Tampilkan postingan dengan label SPIDERMAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SPIDERMAN. Tampilkan semua postingan

Jumat, 31 Mei 2013

SEMUT HITAM KECIL




Kingdom : Animalia
Phylum : Arthropoda
Subphylum : Hexapoda
Class : Insecta
Subclass : Pterygota
Infraclass : Neoptera
Order : Hymenoptera
Family : Formicidae
Genus : Monomorium Mayr
Species : Monomorium minimum Buckley (Borror et al, 1992)
Monomorium minimum atau little black ant merupakan serangga-serangga yang memiliki dua pasang sayap dimana antara sayap depan dan sayap belakangnya terkait oleh hanuli. 
Famili ini dicirikan dengan ruas metasoma pertama (kadang-kadang 2 ruas metasoma pertama) memiliki satu punuk atau bungkul dan sangat berbeda dari metasoma sisanya; sungut-sungut biasanya bersiku, paling tidak pada yang betina, dengan ruas pertama panjang; pronotum agak segiempat pada pandangan lateral, biasanya tidak mencapai tegulae, seringkali tidak bersayap. Kasta pekerja umumnya berukuran1/32- 1/16 inchi (1,5-2mm) sedangkan ratu dapat mencapai ukuran 1/8 inchi. Slender, halus, hitam mengkilap hingga coklat-gelap, terdapat satu segmentasi pedicel pada bagian antara thorax dan abdomen. Antenna terdiri dari 12 segmen, segmen pertama memanjang, sedangkan 3 segmen terakhir membesar. Scapel tidak mencapai tengkuk, mata kecil, madibula masing-masingf dengan 4 gigi, propodeum tanpa spina, terdapat dua nodus petiole dan postpetiole, dimana petiole lebih tinggi dan kurang lebar dibandingkan postpetiole (Anonim2, 2009).
M. minimum termasuk dalam serangga yang mengalami metamorfosis sempurrna (Holometabola). Pada golongan serangga dengan jenis metamorfosis yang seperti ini mengalami 3 stadia hidup, yakni larva, pupa, dan imago.
 
Salah satu keunikan dari kelompok semut yaitu mereka terkelompok dalam satu koloni (serangga sosial), dimana dalam koloni tersebut terdapat pembagian kasta, yaitu ratu, jantan, dan pekerja. Ratu bertugas untuk memproduksi telur dalam koloni, jantan bertugas untuk megawini ratu, sedangkan pekerja memiliki tugas untuk mencari makanan untuk kebutuhan koloni, menjaga koloni, serta mengasuh telur dan larva dari ratu. Berbeda dengan semut lain yang hanya memiliki satu ratu dalam koloni, M. Minimum sering memiliki banyak ratu, yakni 2-28 ratu. Di alam sering pula terjadi koloni polydomous, yaitu pertukaran pekerja antara 2-5 sarang yang berdekatan. Koloni berukuran cukup besar mencapai 8.000 pekerja, dimana pekerja ini dapat muncul sepanjang tahun, sedangkan jantan dan ratu hanya muncul saat musim panas (bulan Juni-agustus). Dari penelitian di laboratorium diketahui bahwa ratu dapat hidup selama satu tahun dan pekerja selama empat bulan. Belum diketahui adanya perkawinan dengan penerbangan, kebanyakan ratu tidak bersayap (Anonim7, 2009).
Semut ini termasuk omnivora, mereka memakan segala macam makanan. Namun secara umum mereka lebih memilih untuk mengkonsumsi cairan madu yang diproduksi kutu daun. Meskipun lambat untuk menemukan sumber makanan, mereka mencari bersama dalam jumlah besar, memonopoli dan mendominasi sumber makanan yang ditemukan. Mereka cenderung mencari makanan pada saat suhu optimum 30 C, yakni saat puncak pagi dan sore. Semut ini memiliki kisaran jelajah sejauh 10 m2. Kebiasaaan unik dari semut ini dalam mencari makan adalah mereka dapat merebut bahan makanan yang telah didapatkan semut lain. Pekerja
dari jenis ini dapat menaikkan gasters (mengangkat bagian perut), bergetar dan melepaskan sekresi dari kelenjar racun untuk mengusir semut saingan. Perilaku ini disebut “gaster flagging”. Perilaku ini berguna untuk offensif dan deffensif. Serangan ini biasa dilakukan kepada spesies semut lain, misal Solenopsis invicta atau Linepithema humile. Dilaporkan pula bahwa semut ini dapat membunuh seekor burung yang baru menetas (Anonim7, 2009; Bhatkar,1992).
M. Minimum menempati berbagai tipe habitat yang berbeda (termasuk hutan, padang rumput, hutan-hutan, padang rumput, padang pasir, pinggir jalan) tetapi lebih menyukai habitat yang lembab, biasanya dekat pinggiran hutan. Mereka adalah salah satu yang paling umum ditemukan dalam jumlah besar di rumah-rumah di Amerika Serikat, bersarang di dinding batu atau kayu. Di luar ruangan sering ditemukan dalam lubang pohon dan ranting pohon yang mati jauh di atas tanah. Sarang juga
umumnya terletak di tumpukan kayu, batu, batu bata, pot bunga dan barang-barang sejenis. Mereka mungkin bersarang di tanah terbuka (sandy). Sarang di tanah memiliki struktur dengan karakteristik; kebanyakan dangkal (kurang dari 10 cm, dengan kamar untuk tempat bertelur tepat di bawah permukaan tanah dengan kedalaman 5 cm. Liang di tanah ditandai dengan adanya kawah sangat kecil dari tanah halus. Struktur sarang (kawah dan gundukan) bervariasi tergantung pada tipe habitat.
Peranan utama dari semut ini adalah hama rumah tangga. Semut ini dapat menimbulkan masalah yang cukup serius. Namun selain itu kehadiran semut ini diketahui dapat mempengaruhi dinamika populasi kutu daun dan dapat meningkatkan atau menurunkan populasi kutu melalui stimulasi, predasi, atau perlindungan.

BANYAK SEMUT DI RUMAH,KANTOR,DAN DI SEKITAR ANDA?? JANGAN JADIKAN TEMPAT ANDA SEBAGAI MARKAS BESAR MEREKA,,:),,,HUBUNGI KAMI!!!!!






NYAMUK...serangga kecil menjengkelkan,,!!!!!!!!


Nyamuk adalah serangga dari ordo diptera yang telah hidup 30 juta tahun yang lalu. Melalui proses adaptasi dan belajar yang cukup lama ini maka kemampuan untuk menemukan mangsanya (inang) tidak diragukan lagi. Alat-alat sensorisnya telah dikhususkan untuk dapat menemukan inang. Sensor yang dapat dideteksi berupa :
Sensor kimia
Nyamuk dapat merasakan keberadaan karbon dioksida (CO2­­­­) dan asam laktat dari radius 100 feet atau 36 meter ( salah satu metode traping nyamuk dewasa adalah dengan menggunakan atraktan berupa gas CO2). Secara alami mammalia dan aves dalam proses respirasinya menghasilkan gas CO2. Selain itu bau keringat juga dapat menarik perhatian nyamuk, sehingga orang yang tidak banyak keringat cenderung jarang ditusuk dan dihisap oleh nyamuk
.
* Sensor visual
Nyamuk mampu mendeteksi mangsanya secara visual dengan melihat warna tubuhnya atau pakaiannya. Pakaian yang berwarna kontras dengan latar lingkungannya, dianggap nyamuk sebagai targetnya. Seperti pada vampir (mayat hidup penghisap darah), motto nyamuk dalam menemukan mangsanya adalah apapun yang bergerak pasti hidup dan mengandung darah. ( so hati-hati dengan KSE’ers yang motonya “Bergerak Tanpa Batas” pasti mudah ditemukan nyamuk)

* Sensor panas
Nyamuk dapat mendeteksi panas, sehingga sangat mudah sekali menemukan inang yang bersifat homoioterm seperti mammal dan aves pada keadaan gelap.
Keberadaan alat sensor ini menimbulkan anggapan bahwa nyamuk lebih mirip pesawat militer dibandingkan dengan seekor serangga. Hal ini juga didukung dengan morfologi dari nyamuk itu sendiri, pada bagian anterior tubuhnya merupakan bagian navigator dengan keberadaan alat-alat sensoris dan terdapat pula alat penusuk dan penghisap. Pada bagian tengah tubuhnya adalah thoraks dengan sepasang sayap terbangnya. Pada bagian posterior adalah abdomen yang merupakan tempat terjadinya berbagai aktivitas metabolisme yang menghasilkan energi layaknya sebagai mesin.
 
Sumber :
Freudenrich, C.C. 2007. HowStuffWorks.com.

Mengenal Entomologi

Entomologi adalah cabang sains yang mengkaji mengenai serangga. Berasal dari bahasa Latin -entomon bermakna serangga dan logos bermakna ilmu pengetahuan. Serangga merupakan kelompok hewan yang terbesar jumlah spesiesnya dibanding hewan yang lain . Saat ini terdapat sekitar 1 juta spesies serangga yang telah dikenali. Bilangan spesies yang sebenarnya tidak diketahui kerana masih banyak yang belum teridentifikasi. Kepentingan pengetahuan entomologi dapat dilihat dari peranan serangga secara langsung maupun tidak langsung dalam kehidupan manusia di bumi ini.


Melimpahnya jumlah serangga membuat kelompok ini menempati hampir seluruh jenis habitat yang ada, bahkan pada habitat yang tidak wajar untuk dihuni hewan seperti di dalam jaringan tumbuhan atau jaringan tubuh hewan lain. Serangga menduduki berbagai macam relung kehidupan dan memiliki fungsi yang beragam di dalam ekosistem sehingga mempelajari mereka merupakan usaha yang sulit, namun bukan berarti tidak mungkin. Karena memilki peran yang bermacam-macam tadi-lah, studi mengenai serangga tidak cukup hanya dari satu disiplin ilmu. Keberadaan mereka dapat dipelajari dari bebagai sudut pandang yang berbeda untuk mendapatkan data mengenai pemanfaatannya. Entomologi merupakan ilmu yang menjadi dasar bagi ilmu-ilmu lain yang memberikan data awal mengenai karakteristik, bentuk kehidupan, dan bermacam pengetahuan lain mengenai serangga yang selanjutnya dapat digunakan untuk menunjang ilmu lain dalam memanfaatkan keberadaan serangga.

Entomologi Kedokteran
Peran entomologi dalam bidang kedokteran terutama berkaitan dengan kemampuan serangga untuk menjadi vektor penyakit. Menurut perannya dalam ilmu kedokteran, serangga dapat digolongkan menjadi: (1)Yang menularkan penyakit (vektor dan hospes perantara);(2)Yang menyebabkan penyakit (parasit); (3)Yang menimbulkan kelainan karena toksin yang dikeluarkan; (4)Yang menyebabkan alergi pada orang yang rentan; (5) Yang menimbulkan entomofobia (perasaan takut terhadap serangga, rasa takut disebabkan oleh bentuknya atau karena gerakannya)
Dari berbagai jenis serangga, serangga dari Ordo Diptera (lalat dan nyamuk) adalah yang paling banyak berperan sebagai vektor penyakit. Banyak penyakit yang disebabkan oleh virus, bakteri ataupun mikroorganisme lain penyebab penyakit seperti Nematoda, dalam penyebarannya dibantu oleh serangga terutama dari kelompok ordo diptera.
Pengendalian vektor dapat digolongkan dalam pengendalian alami (Natural control ) dan pengendalian buatan ( Artifical applied control). Pengendalian alami dapat dilakukan misalnya dengan menggunakan predator alami. Pengendalian buatan dapat berupa pengendalian lingkungan, kimia, fisik, mekanik, biologi, dan pengendalian genetik. Pengembangan metode pengendalian vektor ini masih terus berkembang sehingga memungkinkan untuk menemukan metode yang paling efektif dengan memanfaatkan berbagai disiplin ilmu.

Entomologi Forensik
Perkiraan saat kematian dalam suatu kasus forensik adalah hal yang penting. Perkiraan saat kematian dapat membantu pihak kepolisian dalam konfirmasi alibi seseorang, sehingga mempermudah dalam penentuan tersangka dalam pembunuhan. Dalam ilmu kedokteran, memperkiraan saat kematian tidak dapat dilakukan dengan 1 metode saja, gabungan dari 2 atau lebih metode akan memberikan hasil perkiraan yang lebih akurat dengan rentang bias yang lebih kecil. Salah satu metode yang dapat dilakukan adalah interpretasi aktifitas serangga (entomologi forensik).
Entomologi forensik mengevaluasi aktifitas serangga dengan berbagai teknik untuk membantu memperkirakan saat kematian dan menentukan apakah jaringan tubuh atau mayat telah dipindah dari suatu lokasi ke lokasi lain. Penetuan waktu kematian dapat dilakukan dengan mengidentifikasi umur serangga maupun telur yang ada pada mayat, sehingga para patologis dapat memperkirakan dengan lebih tepat waktu kematian mayat tersebut. Asumsi pokok bahwa mayat manusia yang masih “baru” belum dikerumuni serangga dan serangga tersebut belum berkembang dalam mayat. Dengan demikian umur serangga yang semakin tua beserta telur yang ditemukan pada mayat dapat dijadikan dasar perkiraan interval post-mortem minimum. Untuk menentukan apakah suatu mayat telah dipindahkan dari lokasi pembunuhan yang sebenarnya dapat dilakukan dengan mengidentifikasi serangga yang terdapat pada mayat dan dibandingkan dengan serangga serupa yang terdapat di sekitarnya. Identifikasi terutama secara molekular akan diperoleh data apakah serangga yang terdapat pada mayat berasal dari daerah tempat mayat tersebut ditemukan ataukah berasal dari tempat lain, karena pada dasarnya bahkan serangga yang sejenis dapat memiliki variasi genetik yang berbeda antara lokasi satu dengan yang lain.

Entomologi Lingkungan
Penggunaan bioindikator akhir-akhir ini dirasakan semakin penting mengingat semakin banyaknya pencemaran terhadap lingkungan. Penggunaan organisme indikator didasarkan pada adanya keterkaitan antara faktor biotik dan abiotik lingkungan. Pemanfaatan serangga sebagai indikator serta pengujian hipotesis dalam menominasikan suatu spesies atau kelompok serangga tertentu sebagai suatu bioindikator telah dibahas oleh McGeoch (1998). Menurutnya, bioindikator atau indikator ekologis adalah taksa atau kelompok organsime yang sensitif dan memperlihatkan gejala terpengaruh oleh tekanan lingkungan akibat aktifitas manusia atau akibat kerusakan sistem abiotik.
Beberapa kelebihan penggunaan serangga sebagai bioindikator adalah :
1) Jumlahnya yang sangat melimpah, sehingga memudahkan dalam menghitung keanekaragamnnya.
2) Sering menunjukkan aktifitas yang bermodus (univoltin, partivoltin atau bivoltin), sehingga populasinya dari tahun-ketahun bereaksi dengan cepat terhadap perubahan lingkungan
3) Umumnya bersifat lokal dan kebanyakan diantaranya cocok untuk pemantauan habitat.
4) Dapat dimonitor dengan metode sampling perangkap pasif, sehingga lebih ekonomis dibandingkan metode monitor secara biologis lainnya.
Serangga yang paling sering digunakan sebagai bioindikator saat ini misalnya adalah capung jarum (Agrionidde / Coenagriidae). Daerah dimana banyak terdapat capung diyakini menunjukan bahwa air di daerah tersebut masih bersih atau tingkat pencemarannya masih rendah. Sebab, capung yang menghabiskan sebagian besar hidupnya pada fase nimfa sangat membutuhkan air yang tenang dan bersih. Serangga lain misalnya semut rangrang () digunakan untuk mendeteksi polusi udara, kunang-kunang untuk memonitor pencemaran , dsb.

Entomologi Ekonomi
Salah satu serangga yang menjadi primadona dalam pengembangan usaha mandiri adalah ulat sutra (Bombyx mori). Budi daya sutera alam memang menawarkan keuntungan yang menggiurkan. Saat ini produksi kepompong ulat sutera alias kokon, masih belum sanggup memenuhi seluruh kebutuhan industri kain sutera nasional. Data Depperin menyebutkan, hingga saat ini, produksi kokon ulat sutera hanya sekitar 250 ton per tahun. Jumlah produksi itu masih jauh di bawah kebutuhan kokon nasional yang mencapai 700 ton per tahun.
Usaha ini sebenarnya sangat gampang dan sederhana. Modalnya pun relatif kecil. Cukup dengan uang Rp 60.000, kita sudah bisa mendapat satu kotak berisi 25.000 telur benih ulat sutera. Tentu juga harus disediakan pula berbagai peralatan dan kebutuhan untuk budidaya ulat sutera. Namun, total modal awal membudidayakan ulat sutera tak lebih dari Rp 2 juta. Dalam waktu 25 hari – 32 hari, kita sudah bisa memanen hingga 20 kg kepompong sutera mentah. Rata-rata, satu kokon akan menghasilkan benang sutera sepanjang 1 kilometer. Masa panennya memang cepat karena siklus hidup ulat sutera sejak larva hingga masa kawin serta bertelur, hanya berlangsung selama sekitar satu bulan. Harga kokon sutera normal berkisar Rp 25.000 hingga Rp 30.000 per kilogram (kg). Jika sudah diolah menjadi benang, bisa naik hingga 10 kali lipat ketimbang harga kokon.
Peternakan ulat sutera sesungguhnya multiguna. Ia bisa berfungsi ekologis- melestarikan alam dan industri ramah lingkungan. Bisa juga bernilai ekonomis dan sekaligus susio-kultural. Kain sutera membuka kegiatan sosial bernilai budaya tinggi dan berdampak langsung pada kesehatan. Serat sutera bersifat higroskopis, menghalangi terpaan sinar ultraviolet, menjaga kekenyalan kulit, dapat di manfaatkan sebagai bahan kosmetik maupun industri pengobatan.

Entomologi Estetika
Berbagai jenis serangga yang mempunyai bentuk dan warna indah dan menarik banyak kita jumpai di alam Indonesia. Keberadaan serangga-serangga ini sangat diminati para pencinta seni, kolektor serta memberikan inspirasi berbagai karya seni, perangko dan sebagainya. Namun kekayaan yang sangat indah ini belum dimanfaatkan secara baik dan efisien. Pemanfaatan serangga indah untuk keperluan perdagangan internasional atau untuk atraksi turis (ekoturisme) perlu mulai digalakkan, antara lain dengan cara menyelenggarakan peternakan serangga, Taman kupu dan sebagainya. Kegiatan ini selain mendukung kegiatan penelitian juga merupakan sarana menarik yang mendatangkan devisa sekaligus menjadi salah satu cara konservasi baik serangga serta habitatnya. Namun yang perlu diperhatiakan adalah penjagaan terhadap kekayaan serangga itu sendiri. Pemahaman mengenai karakter serangga perlu dilakukan agar pemanfaatan dan penjagaannya berjalan dengan lebih optimal.

Entomologi Pengobatan
Selain berparan sebagai vektor penyakit, ternyata sebagian serangga juga memiliki peran yang berkebalikan yaitu sebagai agen pengobatan. Baik dari metabolit yang dihasilkannya (misalnya pemanfaatan undur-undur sebagai obat diabetes) maupun dari segi aktivitas serangga itu sendiri. Salah satu jenis serangga yang saat ini dikembangkan pemanfaatannya adalah lalat.
Larva lalat ( belatung ) memang sejak dulu dipakai untuk membersihkan luka. Ulat ini cuma memakan jaringan yang mati dan mempercepat terjadinya regenerasi. Teknik perawatan seperti ini telahdigunakan terhadap tentara-tenteara yang cedera pada Perang Dunia I. Kini belatung digunakan lagi oleh beberapa dokter. Pakar bedah sering kali menggunakan larva untuk merawat penyakit radang tulang atau osteomyelitis dan kematian sel atau gangrene. Jenis lalat yang sering digunakan untuk perawatan ini, terutama di Eropa, ialah lalat rumah Musca domestica serta jenis Lucilla sericata, Lucilla caecar, Phormia regina dan Wohlfahrtia nuba.
Dalam penelitian lebih lanjut didapatkan bahwa selain berperan sebagai pemakan sel mati, ternyata larva lalat juga dapat menghasikan allantoin, ammonia dan kalsium karbonat. Allantoin merupakan suatu bahan protein yang membantu pertumbuhan sel-sel. Ammonia dan kalsium karbonat dapat membuat luka menjadi alkali. Di dalam keadaan ini kuman-kuman dapat dibunuh di samping meredakan bengkak serta mencegah kematian sel-sel.Dalam perkembangannya, telah diciptakan semacam pembalut luka yang dilapisi dengan cairan kotoran dan sekresi yang telah dimurnikan. Cairan itu diambil dari larva lalat hijau hidup. Terbukti bahwa penggunaan terapi ini lebih mempercepat proses penyembuhan luka.


Entomologi Nutrisi
Bagi kelompok masyarakat tertentu, terutama di Afrika dan beberapa kelompok di Asia, konsumsi larva dan serangga dewasa ternyata memberikan sumbangan zart gizi yang sangat berarti.Tercatat terdapat 1700 spesies serangga yang dimakan di 113 negara. Di Eropa dan Amerika, perburuan serangga untuk dimakan ternyata juga dilakukan, tetapi tujuannya sebagian besar adalah untuk gaya hidup. Banyak orang di negara-negara maju tersebut menyukai gaya hidup di alam bebas atau alam liar termasuk cara mendapatkan makanannya. Bagi mereka, serangga merupakan makanan favorit yang sering diburu. Tentu selain bermanfaat bagi pemenuhan kebutuhan pangan, aktivitas ini juga dapat membantu mengurangi populasi serangga perusak dan mengurangi eksploitassi terhadap daging hewan. Serangga kering dengan berat yang sama dikatakan mengandung protein dua kali lebih banyak dibanding daging mentah hewan, serta kaya dengan lemak tidak jenuh, vitamin dan mineral.
Berbagai jenis serangga di berbagai belahan dunia diolah menjadi bermacam-macam panganan. Di Ethiopia, belalang ditumbuk dan direbus dengan susu, atau dikeringkan dan digiling menjadi tepung. Tepung belalang ini kemudian dicampur dengan minyak sayur dan dipanggang menghasilkan makanan sejenis cake. Di Afrika Barat, rayap digoreng dalam minyak sawit, sedangkan di Malawi dan Zimbabwe rayap dipanaskan sebentar, dikeringkan dan kemudian dijual. Beberapa negara tropis memanfaatkan kumbang air sebagai bahan pangan. Kumbang air raksasa (Lethocerus indicus) atau maeng-da-na sangat dihargai di Thailand karena keunikan rasanya. Panjangnya sekitar 5-6 cm dan ditangkap dengan jaring yang dirancang secara khusus. Setelah dikukus, kemudian direndam dalam saos udang dan digerus menjadi pasta yang disebut mang daar. Di Asia Selatan, pupa dari ulat sutra atau Bombyx mory, dimakan sebagai snack setelah diambil benang-benang sutranya. Sebelum menguraikan benang sutra, kokon dicelupkan ke dalam air mendidih, yang menyebabkan pupa di dalam kokon menjadi masak. Pupa ulat sutra juga dapat digoreng dan dicampur daun jeruk purut, atau dibuat sup dengan brokoli dan rempah-rempah.
Pengolahan serangga sebagai makanan seperti yang diuraikan di atas belumlah setengah dari keseluruhan jenis makanan hasil olahan dari serangga. Di beberapa Negara seperti Thailand misalnya, olahan serangga ini dipasarkan secara komersil menjadi makanan kelas atas sehingga banyak orang yang harus antri demi dapat mencicipi makanan dari serangga ini.

Entomologi Pertanian
Permasalahan antara serangga dan pertanian merupakan masalah klasik yang hingga saat ini masih terus dibicarakan. Sebagian serangga memang dikenaal sebagai penolong dengan membantu proses penyerbukan beberapa tanaman budidaya. Namun sebagian besar lainnya justru menjadi biang kerok hancurnya tanaman petani. Masalah ini masih sering kali terjadi sehingga studi tentang masalah ini belum berhenti.
Pengendalian hama menjadi objek yang sering dikaji karena meskipun telah ditemukan berbagai metode pengendalian, tidak semuanya berhasil dengan sangat optimal pada berbagai kasus. Pada kasus tertentu umumnya memerlukan teknik tertentu pula untuk menanggulanginya. Pengendalian hama yang berkembang saat ini adalah pengendalian hama terpadu yang mengkolaborasikan berbagai teknik demi pencapaian hasil yang optimal. Pengandalian hama terpadu (PHT) dilakukan dengan memadukan dan memanfaatkan semua metode pengendalian hama, termasuk pemanfaatan predator dan parasitoid, varietas tahan hama, teknik bercocok tanam dan yang lain, bahkan bila perlu menggunakan pestisida selektif. Hasil yang optimal dapat diperoleh dengan melakukan analisis yang mendalam terlebih dahulu mengenai teknik apa saja yang harus diterapkan untuk suatu kasus tertentu agar populasi hama dapat ditekan namun tidak berdampak buruk terhadap keseimbangan ekosistem. Pengetahuan akan hal ini sangat diperlukan demi menghasilakan produksi pertanian seperti yang diharapkan, namun tetap tidak merusak lingkungan.

Serangga & Mikrobia

 

Serangga dan mikrobia? Mungkin banyak yang bertanya, “emang apa hubungannya antara serangga dan mikrobia?” Banyak sekali peran mikrobia di alam, seperti halnya serangga, mikrobia juga merupakan organisme cosmopolitan yang bisa hidup dalam berbagai habitat. Mikrobia juga bisa hidup dalam tubuh serangga baik sebagai parasit, patogen, atau bersimbiosis mutualisme dengan serangga.
Bombyx mori (Lepidotera: Bombycidae) merupakan salah satu serangga yang bersimbiosis mutualisme dengan mikrobia. Mikrobia akan membantu larva Bombix mory untuk mencerna makanannya yaitu daun Mulberry dengan enzim selulase yang dihasilkan. penelitian telah membuktikan hal tersebut. terdapat lebih dari 3 jenis mikrobia yang bersimbiosis dengan larva Bombyx mori yang hidup dalam intestinum larva tersebut. Sependek pemahaman saya, salah satu tujuan untuk mempelajari hal tersebut adalah untuk memperoleh isolat bakteri dengan produksi enzim optimal yang dapat ditumbuhkan di laboratorium sehingga enzim selulase yang dihasilkan dapat “dipanen” oleh manusia untuk kepentingan manusia. Enzim selulase ini selain untuk mendegradasi limbah juga berpotensi sebagai enzim untuk menghasilkan gula (karbohidrat sederhana) dari bahan dasar yang mengandung selulosa. Ya..siapa yang tau…mungkin pada masa yang akan datang, manusia tidak bisa lagi menanam tebu.. :(
Bersama dengan postingan singkat ini, kita telah menyediakan link bagi yang ingin memperoleh informasi lebih lanjut tentang mikrobia selulolitik dari Bombyx mori. Sependek pemahaman saya, jurnal ini menyediakan informasi yang cukup lengkap. Bahkan ada informasi mengenai rearing Bombyx mori (tapi tetap perlu penelaahan lebih untuk mengikuti metode dari jurnal ini). Hasil penelitian yang disajikan juga lengkap ^^d. Bisa jadi referensi untuk yang tertarik dengan topik yang sama. Banyak variabel yang dipelajari dalam penelitian ini, antara lain instar larva, pH medium pertumbuhan bakteri, dan enzim yang disekresi. Bahkan enzim yang dipelajari aktivitasnya tidak hanya selulase, namun juga amilase, xilase, dan pectinase O.o . Semoga bisa menginspirasi dan menambah pengetahuan…. ^^d

ANDA PUNYA MASALAH DENGAN SERANGGA?????''JANGAN GALAU..HUBUNGI KAMI,,!!,,JANGAN BIARKAN MEREKA MERUSAK PROPERTY DAN PRIVASI ANDA YANG AKAN MENGAKIBATKAN KERUGIAN YANG SANGAT BESAR DALAM HIDUP ANDA,,,!!!,,HUBUNGI KAMI,,,!!!





Sabtu, 11 Mei 2013

10 Serangga Tercantik Sekaligus Mematikan

Wah ternyata walaupun cantik ternyata serangga-serangga berikut ini mematikan,, jadi kalo ketemu sama salah satu hati-hati ya.. (^_^)



 1.Lymantrid Moth (Calliteara pudibunda) adalah ngengat yang banyak hidup di hutan Denmark beech (Fagus sylvatica). Setiap betinanya dapat meletakkan 300-400 telur. Dan ketik menjadi ulat kecil akan sangat mudah tertiup oleh angin. Dan pada akhir musim gugur ulat sepenuhnya telah menjadi dewasa, hingga sekitar 5 cm panjangnya dan berwarna sangat indah






2.Devil's Flower Mantis (Idolomantis Diabolica)
dolomantis Diabolica yang kadang-kadang dikenal sebagai “Raja dari segala Belalang sembah”, alasannya adalah karena : keindahan, ukuran dan kelangkaan, dan merupakan salah satu spesies terbesar dari belalang sembah yang menyerupai bunga.

3.Damselfly (Ischnura Heterosticta)
Damselfly adalah nama umum untuk apapun dari serangga Predaceous Zygoptera dari Ordo Odonata, memiliki tubuh yang panjang, mata multifaset yang besar, serta dua pasang sayap transparan yang kuat, yang pada saat istirahat biasanya akan dilipat bersama-sama di atas perutnya. Mereka biasanya terbang bersama-sama selama perkimpoian. Bagi manusia, mereka adalah serangga dengan warna yang paling mencolok, dan perilaku kimpoi yang unik yang menambah keindahan alam.

4.Calleta Silkmoth (Eupackardia Calleta)

Calleta Silkmoth (Eupackardia calleta) adalah ngengat sutra dari keluarga Saturniidae. Ditemukan di Meksiko, Guatemala dan bagian selatan Amerika Serikat, ini satu-satunya spesies dalam Genus Eupackardia..


5.Cecropia Moth (Hylaphora Cecropia)
 
Juga dikenal sebagai “Ngengat Robin”, ngengat Cecropia adalah ngengat terbesar ditemukan di Amerika Utara, yang memiliki sayap mencapai enam inci. Mereka adalah anggota keluarga dari spesies Saturniidae, atau ngengat sutra raksasa. Betinanya memiliki sayap dengan lebar hingga lebig dari 130 mm. Larva ngengat ini yang paling sering ditemukan pada pohon Maple, dan telah diketahui sering memakan Wild Cherry dan pohon Birch.

6.Orchid Mantis (Hymenopus Coronatu)
The Hymenopus Coronatu, alias Anggrek belalang, adalah belalang bunga yang biasanya ditemukan di Indonesia dan Malaysia. Pada gambar diatas belalang tampak seperti sebuah anggrek? Sebenarnya mereka bersembunyi di dalam bunga dan mereka amat sangat menyerupainya, sambil menunggu mangsa serangga lain yang siap untuk di santap.

7.Giant Camel Spider (Arachnid Solifugae)

Mungkin kita tidak akan pernah atau jarang mendengar cerita-cerita dari prajurit Amerika Serikat dalam Perang Teluk. Di ceritakan bahwa laba-laba unta raksasa merangkak ke kantong tidur seorang prajurit, menggigit manusia pada saat ia sedang tidur. Untungnya, laba-laba unta padang pasir raksasa asli Irak tidak berbisa. Laba-laba ini menggunakan cakarnya untuk menangkap mangsanya, yang tidak lebih besar dari dirinya sendiri. Mereka juga dikenal karena cepat. Camel Spider raksasa telah dikenal dapat berjalan dengan kecepatan 10 MPH. Makhluk ini nama aslinya adalah Arakhnida Solifugae. “Solifugae” berarti, dalam bahasa Latin, “lari dari matahari”.

8.Hercules Beetle (Dynastes Hercules)
Merupakan jenis kumbang badak yang hidup di Amerika Selatan, Kumbang Hercoles dapat tumbuh hingga lebih dari 6 inci panjang (yang dihitung dari ujung tanduknya), dan yang paling dikenal darinya adalah kekuatan: yang mampu mendorong 850 kali beratnya tubuhnya sendiri! Kumbang ini hanya makan tumbuh-tumbuhan dan tidak agresif, kecuali berkelahi dengan kumbang Hercules lainnya


9. Giant Water Bug (Belostomatidae)
Belostomatidae adalah keluarga serangga yang lebih dikenal sebagai “serangga air raksasa”. Kebanyakan spesies ini dalam masih dalam keluarga Belostomatidae yang merupakan kumbang terbesar di dunia. Serangga ini adalah predator yang paling tangkas, menangkap dan makan ikan dan juga katak. Mereka sering berbaring tak bergerak di bagian permukaan air, sambil menunggu mangsa datang mendekat. Gigitan mereka dianggap salah satu yang paling menyakitkan yang dapat ditimbulkan oleh serangga.
Dalam beberapa kasus, gigitan mereka bisa menyebabkan kerusakan permanen pada manusia. Kadang-kadang ketika menghadapi pemangsa yang lebih besar, seperti manusia, mereka akan “berpura-pura mati” dan memancarkan cairan dari anus mereka untuk membuatnya menjijikan.


10.Leopard Moth (Hypercompe Scribonia)

Giant Leopard Moth atau Eyed Tiger Moth (Hypercompe scribonia) memiliki pola yang serupa dengan macan tutul. Kupu-kupu itu adalah aposematic, yang berarti bahwa mereka benar-benar serangga predator

TEMPAT USAHA ANDA JADI TEMPAT IDAMAN MEREKA???""JANGAN GALAU"" HUBUNGI KAMI,,,,,,:D.....!!!





Rabu, 08 Mei 2013

10 Jenis Laba-laba beserta kemampuannya


Laba-laba, di antara hewan predator lainnya adalah spesies yang terbilang angat sukses dalam kerajaan binatang, hal ini dimungkinkan dengan kekuatan dan keahlian serbaguna yang mereka miliki, kaki mereka dirancang agar dapat melalui medan apapun, taring mereka bak racun korosif, dan mereka bisa mengeluarkan zat perekat yang bahkan 25 kali lebih kuat dari baja (Spiderman kaliiiiii,,,,hehehehe)
Mungkin anda akan berfikir bahwa laba-laba tidak membutuhkan hal-hal lain untuk hidup dengan apa yang telah mereka miliki, namun laba – laba memperlihatkan spesialisasi lain yang tidak biasa..berikut ini 10 daftar kekuatan super dari laba-laba
1. Mimikri semut

Yang cukup menarik, ada ratusan spesies laba-laba – kebanyakan dari adalah laba – laba pelompat – yang sangat mirip semut. Ya, itu adalah laba-laba pada gambar di atas.
Beberapa arachnida menggunakan penyamaran ini untuk berburu serangga yang tidak takut semut, atau untuk melindungi diri dari predator pemangsa laba-laba. Lainnya, tentu saja, mungkin memangsa semut itu sendiri, seperti serigala berbulu domba.(ini tidak bisa dilakukan spiderman)
2. Raja Kamuflase 

Beberapa spesies bisa membuat jaring yang mirip sutera, dan mangsa-mangsa lama bisa disimpan dengan balutan seperti mummy dalam jangka waktu lama, warna jaring yang mirip warna mereka menciptakan kamuflase lain bagi laba-laba..Hal ini berguna untuk membingungkan predator terbang seperti capung, lalat perampok atau burung kecil yang mungkin mencoba untuk menukik demi memangsa laba-laba lezat dari sarangnya.

3. Kotoran palsu

Celaenia excavata bukan laba-laba yang hanya menyamarkan diri sebagai segumpal kotoran burung, tapi jelas ini adalah penyamaran paling meyakinkan.
Tidak hanya tubuh laba-laba berwarna persis seperti kotoran burung (lengkap dengan tempat mirip benih) Namun duduk di atas sebuah “splatter” sangat meyakinkan dibuat dari sutranya sendiri. Itu penyamaran yang sempurna untuk laba-laba, karena itu sangat tidak menggugah selera bagi laba-laba predator lainnya tapi tampak menggoda bagi seekor lalat.(ini tidak bisa dilakukan spiderman)
4. Koloni Jaring Super

Kebanyakan laba-laba bersifat agresif soliter, yang mengancam hewan lain bahkan spesies mereka sendiri jika mereka mencoba merebut makanan di daerahnya. namun beberapa spesies, sangat sosial dan dapat membangun kekaisaran laba-laba yang luar biasa, sistem web kompleks bersama ribuan laba-laba lain.
Salah satu laba-laba tersebut adalah Eduador’s Theridion nigroannulatum,laba-laba dalam kelompok besar, menggantung ratusan helai sutra ke tanah. Dan jika seranggga berukuran besar mampir dan terjebak dalam sarang besar mereka ratusan bahkan ribuan laba-laba akan bahu membahu membungkusnya dan melumpuhkannya untuk disimpan sebagai setok bersama (ini tidak bisa dilakukan spiderman)
5. Laba – Laba Penerbang

Laba-laba yang baru menetas dan berukuran kecil dapat melakukan perjalanan ratusan bahkan ribuan mil dalam istilah yang biasa di sebut ballooning, jaring laba-laba khusus yang disebut “gossamer” dibuat agar bisa dengan mudah terbang oleh angin, berbentuk segitiga piramid, jaring ini bisa berminggu-minggu berada di udara sehingga memungkinkan laba-laba untuk menjelajah pulau-pulau lain yang terpisah lautan atau samudera .. (ini tidak bisa dilakukan spiderman,,,hehehehee,,,,,)
6. Jaring tangan mini

Species laba-laba “Ogre Faced” atau “Net casting” adalah laba-laba yang menghasilkan Deinopidae, dengan tergantung terbalik dia membuat jaring kecil diantara dua kaki depannya untuk mereka gunakan menjangkau atau meraup serangga lain yang lewat
Sutra khusus ini bersih dan tidak lengket, tapi begitu mangsanya berusaha kabur, jaring itu langsung menjerat rambut dan sendi serangga seperti velcro, yang memungkinkan laba-laba untuk menjebak serangga yang cukup besar dan kuat dengan hanya sejumlah kecil dari sutra.
7. Jebakan Bunga

banyak laba-laba yang berada di taman-taman membuat sarang tipis dengan pola yang berbeda, tujuan dari hal ini telah lama jadi perdebatan, Sekarang kita tahu bahwa hal ini adalah jaring khusus yang reflektif terhadap sinar ultra-violet yang menciptakan pola – pola khusus yang digunakan oleh bunga untuk menarik serangga penyerbuk ..(ini tidak bisa dilakukan spiderman)
8. Pesona Mematikan

Yang aneh lagi dari laba-laba bola atau mastophorea, yang menggunakan jerat mereka dengan cara yang beda dengan arakhnida lainnya, yaitu mengeluarkan jaring yang digumpalkan mirip bola lalu diulur dengan tali plus ditambah umpan (mirip orang mancing)
Setiap laba-laba bola mengeluarkan feromon yang bisa menarik ngengat jantan yang sedang mencari pasangan di musim kawin, sehingga ngengat jantan mendekat dan terjerat dalam umpan tersebut..(ini tidak bisa dilakukan spiderman)
9. Laba – Laba Penyelam

Argyroneta aquatica adalah salah satu laba-laba sejati yang dapat ditemukan di dalam air, ia mendapat nama “Laba-laba Penyelam.” tubuhnya yang berbulu halus adalah sebagai perangkat yang memungkinkan udara terus menempel padanya saat menyelam, sehingga laba-laba ini bisa keluar masuk air
jaringnya yang tersusun mirip seperti kapal selam buatan manusia, yang menjadi tempat bagi sang betina membesarkan anaknya dan mengkonsumsi mangsanya ..(ini tidak bisa dilakukan spiderman)
10. Laba – Laba Penembak

Hampir semua laba-laba membuat sutera dari organ yang disebut pemintal di ujung perut, dan harus mampu menyentuh sesuatu untuk membungkusnya dalam anyaman. Tidak demikian untuk genus Scytodes, laba-laba tukang meludah, yang memiliki kelenjar sutra tambahan terhubung ke mulut mereka. Perlahan-lahan merayap mendekati serangga lain yang tidak curiga, lalu meludah menyemprotkan aliran jaring yang dicampur dengan racun .

ANDA PUNYA GANGGUAN SPIDERMAN ALIAS LABA LABA???,,JANGAN BIARKAN MEREKA MENGHALANGI PANDANGAN ANDA DENGAN JARINGNYA...:D,,,HUBUNGI KAMI,,,,!!!!!