Tampilkan postingan dengan label anti. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label anti. Tampilkan semua postingan

Selasa, 19 November 2013

Kecoa Pembawa bibit Penyakit dan Mencemari Makanan



KECOA merupakan serangga yang sangat umum dan telah ada di bumi sejak 350 juta tahun yang lalu. Berbagai karakteristik dari kecoa menjadikan mereka dapat sukses bertahan di alam dan manjadi salah satu hama yang sukses hidup bersama manusia dan tergolong serangga hama yang paling sulit untuk dikendalikan. Dari beragam spesies yang ada di Indonesia, terdapat beberapa spesies kecoa yang menjadi hama utama baik di dalam maupun di luar bangunan  yaitu kecoa jerman (Blatella germanica) kecoa amerika (Periplanetta americana), kecoa oriental (Blatta orientalis) dan  kecoa brownbanded (Supella longipalpha).
Sebagai serangga merayap (crawling insect) dan aktif pada malam hari (nocturnal), dalam mencari makan kecoa akan merayapi apa saja, termasuk meja makan, kitchen, peralatan makan, rak-rak bumbu dapur, furniture dan peralatan lainnya dengan membawa dan menebarkan kuman penyakit berbahaya  yang terbawa melalui kaki, bagian tubuh serta
sistem pencernaannya seperti penyakit disentri, diare, kejang perut, muntah serta dapat menyebabkan terjadinya keracunan pada makanan. Kehadiran kecoa bagi orang yang alergi juga dapat menyebabkan terjadinya serangan astma akibat sekresi berbau yang berasal dari tubuh kecoa.  Selain sebagai vector penyakit, kehadiran kecoa sudah barang tentu dapat merusak
reputasi suatu usaha, mengganggu kenyamanan suasana kerja serta menimbulkan kesan kumuh dan kotor.
Pengendalian  KECOA dengan  SISTEM UMPAN adalah metode pengendalian hama kecoa dengan SISTEM UMPAN menggunakan umpan berbentuk gel berbahan aktif jenis metabolic inhibitor bait membuat kecoa mengalami kerusakan sistem metabolismenya, tidak dapat mencerna makanan, sakit kemudian mati lemas di sarangnya.  Kecoa yang sakit, tubuhnya juga dimakan oleh kecoa lainnya (sifat kanibal), sehingga timbul efek domino yang bisa mematikan seluruh kelompoknya kurang dari 3 minggu. Umpan efektif untuk semua jenis kecoa, aplikasinya adalah dengan cara penempatan umpan pada sela/retakan/sarang kecoa.  Treatment dapat dilakukan kapan saja, termasuk saat area tersebut aktif.
JANGAN SALAH PILIH .. .!
Sudah dibuktikan bahwa PENGENDALIAN KECOA
umumnya  BERHASIL, hal ini disebabkan teknologi pest control   dilakukan dengan cara beberapa metoda selain umpan untuk memeaksimalkan hasilnya. :
    - spraying,  fogging dan ULV pada setiap  kali treatment















Minggu, 02 Juni 2013

RAYAP YANG SERANG ISTANA,JENIS RAYAP PALING BERBAHAYA,,,,,!!!!!!!

Peneliti IPB mengungkapkan, struktur atas bangunan Istana Merdeka, di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, yang jadi kediaman resmi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, ternyata diserang jenis rayap paling berbahaya.

"Jenis rayap yang menyerang bangunan atas Istana Merdeka itu adalah `Coptotermes curvignathus`, yakni jenis rayap paling berbahaya," demikian disampaikan juru bicara tim peneliti rayap dari Laboratorium Hasil Hutan Pusat Studi Ilmu Hayati (PSIH) Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof Dr Ir M Surjono Surjokusumo, MSF, PhD di Bogor, Rabu (5/4).

Ia mengemukakan hal itu bersama anggota tim peneliti rayap lainnya yakni, Dr Ir Naresworo Nugroho, Ir Yudi Rismayadi, MSi,Ir Niken Subekti, MSi, Dr Ir Farah Diba dan Ir Arinana, Msc pada diskusi terbatas berkaitan dengan potensi serangan rayap pada bangunan dengan sejumlah wartawan di Kampus IPB Darmaga.

Bersama sejawatnya, Prof Dr Ir Rudolf Christian Tarumingkeng, MF, PhD, M Surjono Surjokusumo, pekan lalu mengungkapkan bahwa Istana Merdeka mengalami kerusakan pada bagian plafon bangunan yang berunsur kayu akibat diserang koloni rayap.

"Beberapa waktu lalu saya dan pak Rudi (Rudolf) diundang ke Istana Merdeka untuk memastikan apa benar istana diserang oleh koloni rayap, dan ternyata benar. Plafon di Istana Merdeka, tepatnya di ruangan yang biasa dipergunakan presiden menerima tamu, jatuh. Yang utuh hanya rangka alumuniumnya saja," kata guru besar Fakultas Kehutanan (Fahutan) IPB yang segera purna-tugas itu.

Dengan kondisi tingkat keseriusan ancaman kerusakan lebih parah lagi pada Istana Merdeka, kata dia, tim peneliti rayap PSIH IPB kini sudah mematangkan konsep, sekaligus langkah aksi untuk dapat memberantas koloni-koloni rayap, yang setiap satu koloninya terdiri atas jutaan rayap.

"Rekomendasi kita adalah hendaknya rehabilitasi Istana Merdeka jangan dilakukan sebelum ada langkah `sterilisasi rayap`," katanya.

Langkah "sterilisasi" tersebut, menurut dia, adalah menghabisi koloni rayap di setiap area yang ada pada dan di sekitar area bangunan Istana Merdeka yang menurut jadwal pada bulan Mei mendatang akan mulai dikerjakan.

Sementara itu, Yudi Rismayadi, anggota peneliti yang langsung melakukan observasi di Istana Merdeka mengemukakan bahwa struktur atas pada gedung dimana Presiden Yudhoyono dan keluarga tinggal, sudah sangat parah akibat serangan koloni rayap jenis paling berbahaya itu.

"Terjadi pelapukan-pelapukan pada unsur kayu di bagian atas Istana Merdeka, dan itu amat berbahaya jika akhirnya runtuh," katanya.

Untuk itu, kata dia, diperlukan metode penanganan gabungan, yakni dengan membasmi koloni rayap dengan zat yang mematikan, serta metode "sentricon coloni elimination system", yakni cara baru pengendalian rayap dengan metode umpan.

Keunggulan metode "sentricon" itu, yakni memberantas tuntas koloni rayap, tidak merusak bangunan serta ramah lingkungan.

Beberapa tahapan dari metode "sentricon" itu, kata Yudi Rismayadi, pertama: stasiun "sentricon" dan kayu umpan ditempatkan di lokasi strategis di sekitar bangunan gedung, kedua: pemeriksaan stasiun umpan secara periodik untuk memantau aktivitas rayap.

Ketiga, rayap yang menyerang kayu umpan dipindahkan ke dalam umpan rayap beracun dan keempat, secara periodik umpan racun diperiksa sampai koloni rayap akhirnya tereliminasi.

Pengamanan ganda
Pada bagian lain, ia juga menjelaskan bahwa melihat perkembangan rayap yang kini menyerang bangunan-bangunan penting seperti Istana Presiden, bangunan berukuran besar dan gedung-gedung tinggi, diperlukan sebuah pengamanan yang lebih.

"Artinya, kalau bangunan seperti Istana Merdeka, yang merupakan simbol negara dan bangsa Indonesia, jelas diperlukan pengamanan ganda (agar tidak diserang rayap)," katanya.

Ia mengatakan, saat ini rayap tidak hanya populer menyerang kayu sebagai bagian konstruksi bangunan rumah tinggal sederhana, namun telah merambah dengan menyerang bangunan vital seperti Istana Kepresidenan, gedung bertingkat tinggi, yang dari segi konstruksi hampir dikatakan aneh dapat terserang rayap, apalagi dilengkapi kayu awet kelas satu, basement dengan lantai "slab" beton bertulang, atau sangat minimal menggunakan kayu sebagai komponen struktural bangunan.

Pada bangunan bertingkat tinggi itu, katanya, rayap menyerang komponen-komponen kayu sebagai bagian dari ornamen bangunan seperti furnitur, kitchen set dan yang lainnya.

"Bahkan, pada beberapa kasus serangan rayap menghabiskan dokumen-dokumen yang berada di dalam gedung, menghancurkan wallpaper, merusak parquet, dan bahan bangunan baru seperti gipsum, dan kondisi itu mengubah hama rayap yang populer dari hama kayu menjadi hama bangunan," katanya.

Pasalnya, kata dia, rayap tidak hanya menyerang struktur kayu, tetapi juga mengganggu bangunan secara keseluruhan. "Oleh karena itu, tidak aneh jika keruginan yang diakibatkan rayap tidak kurang dari Rp 2,7 triliun," katanya. [TMA, Ant/man]

Mengenal Lebih Dekat Kerajaan Rayap


1. Ratu

Ratu rayap dapat hidup sampai dengan 20 tahun, bahkan lebih. Dan selama hidupnya ratu hanya bertelur dan tetap berada di inti sarang dan tidak keluar sampai akhir hayatnya. Hanya ada satu ratu di setiap koloni rayap. Ukuran ratu Macrotermes dewasa dapat sebesar jempol pria dewasa bahkan lebih.
Meskipun belum dapat dibuktikan secara ilmiah, ratu rayap dipercaya dapat menentukan masa depan nimfa entah itu akan menjadi pekerja, laron atau prajurit dengan menggunakan frekuensi suara tertentu yang di kirimkan kepada nimfa.

http://www.solusiantirayap.com/wp-content/uploads/2009/02/koloni-rayap-300x225.jpg

2. Raja

Berbeda dengan raja semut yang segera mati setelah tak lama menghasilkan keturunan dengan ratu semut, raja rayap menemani sang ratu rayap seumur hidupnya. Ukuran raja rayap pada umumnya hanya 1/10 dari ukuran ratu rayap. Ukuran raja rayap hanya bertambah sedikit setelah menemani sang ratu. Dalam satu koloni hanya ada satu ratu dan raja.
http://www.solusiantirayap.com/wp-content/uploads/2009/06/b-256x300.jpg

3. Nimfa

Nimfa merupakan bayi rayap yang akan menjadi pekerja, laron atau prajurit sesuai dengan kebutuhan koloni rayap. Sang ratu sendiri yang akan menentukan kebutuhan koloni.

4. Rayap Pekerja

Rayap pekerja dapat berjumlah hingga 85% dari sebuah koloni. Kelangsungan hidup sebuah koloni rayap tergantung dari rayap pekerja karena hanya merekalah yang dapat mengkonsumsi kayu dan membagikannya kepada seluruh anggota koloni rayap yang lain. Dengan kata lain merekalah yang menyuapi makanan kepada seluruh anggota koloni yang lain (ratu, raja, prajurit, nimfa dan telur).
Mereka adalah pencari sumber makanan yang gigih, dan dipercaya jangkauan mereka dapat mencapai sejauh 50 meter bahkan lebih dari sarang. Mereka juga berfungsi membersihkan wajah (grooming) seluruh anggota koloni. Dan yang perlu diingat adalah, hanya mereka yang merusak bangunan kita.

5. Rayap Prajurit

Rayap prajurit berjumlah sampai dengan 15% dari seluruh anggota koloni. Mereka
mempunyai bentuk rahang khusus untuk bertempur dan menjaga diri mereka. Rayap prajurit memiliki kepala yang sangat keras dan tidak akan hancur apabila ia mati. Rayap prajurit menjaga dan menemani rayap pekerja di sekitar sumber makanan untuk berjaga dari serangan predator (semut) maupun koloni rayap lain.Rayap prajurit akan membunyikan alarm kepada koloni apabila timbul ancaman atau bahaya bagi koloni, entah itu adanya bau kimia, gangguan hewan / manusia maupun serangan dari predator dan koloni rayap lain dengan cara membenturkan kepalanya di terowongan tanah mereka dan alarm ini akan menyebabkan rayap pekerja dan prajurit untuk berpencar dan bersembunyi di tempat yang mereka anggap aman (misal retakan tembok) dan akan bekerja kembali setelah bau kimia / keadaan dianggap aman.
Berpencarnya anggota koloni akan menyebabkan terbentuknya satelit koloni (koloni yang terputus dari sarang), namun tetap memiliki potensi merusak bangunan.



6. Laron

Sama halnya seperti semut, koloi rayap juga memiliki laron namun berbeda bentuk. Laron diterbangkan oleh koloni rayap 2 kali dalam setahun dalam keadaan udara yang agak hangat dan angin yang tidak terlalu kencang. Hal dilakukan untuk meningkatkan harapan hidup laron terhadap gangguan alam.
Laron akan mencari pasangannya dibawah sinar lampu. Setelah mereka menemukan pasangannya, maka mereka akan memutuskan sayap mereka dan akan berjalan beriringan mencari celah di tanah atau di bangunan


JANGAN BIARKAN RAYAP MERAJALELA MENGHANCURKAN BANGUNAN ANDA,PROTEKSILAH SECARA DINI,,!!!!,,,HUBUNGI KAMI,,,!!!!!!








Jumat, 31 Mei 2013

SEMUT HITAM KECIL




Kingdom : Animalia
Phylum : Arthropoda
Subphylum : Hexapoda
Class : Insecta
Subclass : Pterygota
Infraclass : Neoptera
Order : Hymenoptera
Family : Formicidae
Genus : Monomorium Mayr
Species : Monomorium minimum Buckley (Borror et al, 1992)
Monomorium minimum atau little black ant merupakan serangga-serangga yang memiliki dua pasang sayap dimana antara sayap depan dan sayap belakangnya terkait oleh hanuli. 
Famili ini dicirikan dengan ruas metasoma pertama (kadang-kadang 2 ruas metasoma pertama) memiliki satu punuk atau bungkul dan sangat berbeda dari metasoma sisanya; sungut-sungut biasanya bersiku, paling tidak pada yang betina, dengan ruas pertama panjang; pronotum agak segiempat pada pandangan lateral, biasanya tidak mencapai tegulae, seringkali tidak bersayap. Kasta pekerja umumnya berukuran1/32- 1/16 inchi (1,5-2mm) sedangkan ratu dapat mencapai ukuran 1/8 inchi. Slender, halus, hitam mengkilap hingga coklat-gelap, terdapat satu segmentasi pedicel pada bagian antara thorax dan abdomen. Antenna terdiri dari 12 segmen, segmen pertama memanjang, sedangkan 3 segmen terakhir membesar. Scapel tidak mencapai tengkuk, mata kecil, madibula masing-masingf dengan 4 gigi, propodeum tanpa spina, terdapat dua nodus petiole dan postpetiole, dimana petiole lebih tinggi dan kurang lebar dibandingkan postpetiole (Anonim2, 2009).
M. minimum termasuk dalam serangga yang mengalami metamorfosis sempurrna (Holometabola). Pada golongan serangga dengan jenis metamorfosis yang seperti ini mengalami 3 stadia hidup, yakni larva, pupa, dan imago.
 
Salah satu keunikan dari kelompok semut yaitu mereka terkelompok dalam satu koloni (serangga sosial), dimana dalam koloni tersebut terdapat pembagian kasta, yaitu ratu, jantan, dan pekerja. Ratu bertugas untuk memproduksi telur dalam koloni, jantan bertugas untuk megawini ratu, sedangkan pekerja memiliki tugas untuk mencari makanan untuk kebutuhan koloni, menjaga koloni, serta mengasuh telur dan larva dari ratu. Berbeda dengan semut lain yang hanya memiliki satu ratu dalam koloni, M. Minimum sering memiliki banyak ratu, yakni 2-28 ratu. Di alam sering pula terjadi koloni polydomous, yaitu pertukaran pekerja antara 2-5 sarang yang berdekatan. Koloni berukuran cukup besar mencapai 8.000 pekerja, dimana pekerja ini dapat muncul sepanjang tahun, sedangkan jantan dan ratu hanya muncul saat musim panas (bulan Juni-agustus). Dari penelitian di laboratorium diketahui bahwa ratu dapat hidup selama satu tahun dan pekerja selama empat bulan. Belum diketahui adanya perkawinan dengan penerbangan, kebanyakan ratu tidak bersayap (Anonim7, 2009).
Semut ini termasuk omnivora, mereka memakan segala macam makanan. Namun secara umum mereka lebih memilih untuk mengkonsumsi cairan madu yang diproduksi kutu daun. Meskipun lambat untuk menemukan sumber makanan, mereka mencari bersama dalam jumlah besar, memonopoli dan mendominasi sumber makanan yang ditemukan. Mereka cenderung mencari makanan pada saat suhu optimum 30 C, yakni saat puncak pagi dan sore. Semut ini memiliki kisaran jelajah sejauh 10 m2. Kebiasaaan unik dari semut ini dalam mencari makan adalah mereka dapat merebut bahan makanan yang telah didapatkan semut lain. Pekerja
dari jenis ini dapat menaikkan gasters (mengangkat bagian perut), bergetar dan melepaskan sekresi dari kelenjar racun untuk mengusir semut saingan. Perilaku ini disebut “gaster flagging”. Perilaku ini berguna untuk offensif dan deffensif. Serangan ini biasa dilakukan kepada spesies semut lain, misal Solenopsis invicta atau Linepithema humile. Dilaporkan pula bahwa semut ini dapat membunuh seekor burung yang baru menetas (Anonim7, 2009; Bhatkar,1992).
M. Minimum menempati berbagai tipe habitat yang berbeda (termasuk hutan, padang rumput, hutan-hutan, padang rumput, padang pasir, pinggir jalan) tetapi lebih menyukai habitat yang lembab, biasanya dekat pinggiran hutan. Mereka adalah salah satu yang paling umum ditemukan dalam jumlah besar di rumah-rumah di Amerika Serikat, bersarang di dinding batu atau kayu. Di luar ruangan sering ditemukan dalam lubang pohon dan ranting pohon yang mati jauh di atas tanah. Sarang juga
umumnya terletak di tumpukan kayu, batu, batu bata, pot bunga dan barang-barang sejenis. Mereka mungkin bersarang di tanah terbuka (sandy). Sarang di tanah memiliki struktur dengan karakteristik; kebanyakan dangkal (kurang dari 10 cm, dengan kamar untuk tempat bertelur tepat di bawah permukaan tanah dengan kedalaman 5 cm. Liang di tanah ditandai dengan adanya kawah sangat kecil dari tanah halus. Struktur sarang (kawah dan gundukan) bervariasi tergantung pada tipe habitat.
Peranan utama dari semut ini adalah hama rumah tangga. Semut ini dapat menimbulkan masalah yang cukup serius. Namun selain itu kehadiran semut ini diketahui dapat mempengaruhi dinamika populasi kutu daun dan dapat meningkatkan atau menurunkan populasi kutu melalui stimulasi, predasi, atau perlindungan.

BANYAK SEMUT DI RUMAH,KANTOR,DAN DI SEKITAR ANDA?? JANGAN JADIKAN TEMPAT ANDA SEBAGAI MARKAS BESAR MEREKA,,:),,,HUBUNGI KAMI!!!!!






NYAMUK...serangga kecil menjengkelkan,,!!!!!!!!


Nyamuk adalah serangga dari ordo diptera yang telah hidup 30 juta tahun yang lalu. Melalui proses adaptasi dan belajar yang cukup lama ini maka kemampuan untuk menemukan mangsanya (inang) tidak diragukan lagi. Alat-alat sensorisnya telah dikhususkan untuk dapat menemukan inang. Sensor yang dapat dideteksi berupa :
* Sensor kimia
Nyamuk dapat merasakan keberadaan karbon dioksida (CO2­­­­) dan asam laktat dari radius 100 feet atau 36 meter ( salah satu metode traping nyamuk dewasa adalah dengan menggunakan atraktan berupa gas CO2). Secara alami mammalia dan aves dalam proses respirasinya menghasilkan gas CO2. Selain itu bau keringat juga dapat menarik perhatian nyamuk, sehingga orang yang tidak banyak keringat cenderung jarang ditusuk dan dihisap oleh nyamuk
.
* Sensor visual
Nyamuk mampu mendeteksi mangsanya secara visual dengan melihat warna tubuhnya atau pakaiannya. Pakaian yang berwarna kontras dengan latar lingkungannya, dianggap nyamuk sebagai targetnya. Seperti pada vampir (mayat hidup penghisap darah), motto nyamuk dalam menemukan mangsanya adalah apapun yang bergerak pasti hidup dan mengandung darah. ( so hati-hati dengan KSE’ers yang motonya “Bergerak Tanpa Batas” pasti mudah ditemukan nyamuk)

* Sensor panas
Nyamuk dapat mendeteksi panas, sehingga sangat mudah sekali menemukan inang yang bersifat homoioterm seperti mammal dan aves pada keadaan gelap.
Keberadaan alat sensor ini menimbulkan anggapan bahwa nyamuk lebih mirip pesawat militer dibandingkan dengan seekor serangga. Hal ini juga didukung dengan morfologi dari nyamuk itu sendiri, pada bagian anterior tubuhnya merupakan bagian navigator dengan keberadaan alat-alat sensoris dan terdapat pula alat penusuk dan penghisap. Pada bagian tengah tubuhnya adalah thoraks dengan sepasang sayap terbangnya. Pada bagian posterior adalah abdomen yang merupakan tempat terjadinya berbagai aktivitas metabolisme yang menghasilkan energi layaknya sebagai mesin.
 
Sumber :
Freudenrich, C.C. 2007. HowStuffWorks.com.

Mengenal Entomologi

Entomologi adalah cabang sains yang mengkaji mengenai serangga. Berasal dari bahasa Latin -entomon bermakna serangga dan logos bermakna ilmu pengetahuan. Serangga merupakan kelompok hewan yang terbesar jumlah spesiesnya dibanding hewan yang lain . Saat ini terdapat sekitar 1 juta spesies serangga yang telah dikenali. Bilangan spesies yang sebenarnya tidak diketahui kerana masih banyak yang belum teridentifikasi. Kepentingan pengetahuan entomologi dapat dilihat dari peranan serangga secara langsung maupun tidak langsung dalam kehidupan manusia di bumi ini.


Melimpahnya jumlah serangga membuat kelompok ini menempati hampir seluruh jenis habitat yang ada, bahkan pada habitat yang tidak wajar untuk dihuni hewan seperti di dalam jaringan tumbuhan atau jaringan tubuh hewan lain. Serangga menduduki berbagai macam relung kehidupan dan memiliki fungsi yang beragam di dalam ekosistem sehingga mempelajari mereka merupakan usaha yang sulit, namun bukan berarti tidak mungkin. Karena memilki peran yang bermacam-macam tadi-lah, studi mengenai serangga tidak cukup hanya dari satu disiplin ilmu. Keberadaan mereka dapat dipelajari dari bebagai sudut pandang yang berbeda untuk mendapatkan data mengenai pemanfaatannya. Entomologi merupakan ilmu yang menjadi dasar bagi ilmu-ilmu lain yang memberikan data awal mengenai karakteristik, bentuk kehidupan, dan bermacam pengetahuan lain mengenai serangga yang selanjutnya dapat digunakan untuk menunjang ilmu lain dalam memanfaatkan keberadaan serangga.

Entomologi Kedokteran
Peran entomologi dalam bidang kedokteran terutama berkaitan dengan kemampuan serangga untuk menjadi vektor penyakit. Menurut perannya dalam ilmu kedokteran, serangga dapat digolongkan menjadi: (1)Yang menularkan penyakit (vektor dan hospes perantara);(2)Yang menyebabkan penyakit (parasit); (3)Yang menimbulkan kelainan karena toksin yang dikeluarkan; (4)Yang menyebabkan alergi pada orang yang rentan; (5) Yang menimbulkan entomofobia (perasaan takut terhadap serangga, rasa takut disebabkan oleh bentuknya atau karena gerakannya)
Dari berbagai jenis serangga, serangga dari Ordo Diptera (lalat dan nyamuk) adalah yang paling banyak berperan sebagai vektor penyakit. Banyak penyakit yang disebabkan oleh virus, bakteri ataupun mikroorganisme lain penyebab penyakit seperti Nematoda, dalam penyebarannya dibantu oleh serangga terutama dari kelompok ordo diptera.
Pengendalian vektor dapat digolongkan dalam pengendalian alami (Natural control ) dan pengendalian buatan ( Artifical applied control). Pengendalian alami dapat dilakukan misalnya dengan menggunakan predator alami. Pengendalian buatan dapat berupa pengendalian lingkungan, kimia, fisik, mekanik, biologi, dan pengendalian genetik. Pengembangan metode pengendalian vektor ini masih terus berkembang sehingga memungkinkan untuk menemukan metode yang paling efektif dengan memanfaatkan berbagai disiplin ilmu.

Entomologi Forensik
Perkiraan saat kematian dalam suatu kasus forensik adalah hal yang penting. Perkiraan saat kematian dapat membantu pihak kepolisian dalam konfirmasi alibi seseorang, sehingga mempermudah dalam penentuan tersangka dalam pembunuhan. Dalam ilmu kedokteran, memperkiraan saat kematian tidak dapat dilakukan dengan 1 metode saja, gabungan dari 2 atau lebih metode akan memberikan hasil perkiraan yang lebih akurat dengan rentang bias yang lebih kecil. Salah satu metode yang dapat dilakukan adalah interpretasi aktifitas serangga (entomologi forensik).
Entomologi forensik mengevaluasi aktifitas serangga dengan berbagai teknik untuk membantu memperkirakan saat kematian dan menentukan apakah jaringan tubuh atau mayat telah dipindah dari suatu lokasi ke lokasi lain. Penetuan waktu kematian dapat dilakukan dengan mengidentifikasi umur serangga maupun telur yang ada pada mayat, sehingga para patologis dapat memperkirakan dengan lebih tepat waktu kematian mayat tersebut. Asumsi pokok bahwa mayat manusia yang masih “baru” belum dikerumuni serangga dan serangga tersebut belum berkembang dalam mayat. Dengan demikian umur serangga yang semakin tua beserta telur yang ditemukan pada mayat dapat dijadikan dasar perkiraan interval post-mortem minimum. Untuk menentukan apakah suatu mayat telah dipindahkan dari lokasi pembunuhan yang sebenarnya dapat dilakukan dengan mengidentifikasi serangga yang terdapat pada mayat dan dibandingkan dengan serangga serupa yang terdapat di sekitarnya. Identifikasi terutama secara molekular akan diperoleh data apakah serangga yang terdapat pada mayat berasal dari daerah tempat mayat tersebut ditemukan ataukah berasal dari tempat lain, karena pada dasarnya bahkan serangga yang sejenis dapat memiliki variasi genetik yang berbeda antara lokasi satu dengan yang lain.

Entomologi Lingkungan
Penggunaan bioindikator akhir-akhir ini dirasakan semakin penting mengingat semakin banyaknya pencemaran terhadap lingkungan. Penggunaan organisme indikator didasarkan pada adanya keterkaitan antara faktor biotik dan abiotik lingkungan. Pemanfaatan serangga sebagai indikator serta pengujian hipotesis dalam menominasikan suatu spesies atau kelompok serangga tertentu sebagai suatu bioindikator telah dibahas oleh McGeoch (1998). Menurutnya, bioindikator atau indikator ekologis adalah taksa atau kelompok organsime yang sensitif dan memperlihatkan gejala terpengaruh oleh tekanan lingkungan akibat aktifitas manusia atau akibat kerusakan sistem abiotik.
Beberapa kelebihan penggunaan serangga sebagai bioindikator adalah :
1) Jumlahnya yang sangat melimpah, sehingga memudahkan dalam menghitung keanekaragamnnya.
2) Sering menunjukkan aktifitas yang bermodus (univoltin, partivoltin atau bivoltin), sehingga populasinya dari tahun-ketahun bereaksi dengan cepat terhadap perubahan lingkungan
3) Umumnya bersifat lokal dan kebanyakan diantaranya cocok untuk pemantauan habitat.
4) Dapat dimonitor dengan metode sampling perangkap pasif, sehingga lebih ekonomis dibandingkan metode monitor secara biologis lainnya.
Serangga yang paling sering digunakan sebagai bioindikator saat ini misalnya adalah capung jarum (Agrionidde / Coenagriidae). Daerah dimana banyak terdapat capung diyakini menunjukan bahwa air di daerah tersebut masih bersih atau tingkat pencemarannya masih rendah. Sebab, capung yang menghabiskan sebagian besar hidupnya pada fase nimfa sangat membutuhkan air yang tenang dan bersih. Serangga lain misalnya semut rangrang () digunakan untuk mendeteksi polusi udara, kunang-kunang untuk memonitor pencemaran , dsb.

Entomologi Ekonomi
Salah satu serangga yang menjadi primadona dalam pengembangan usaha mandiri adalah ulat sutra (Bombyx mori). Budi daya sutera alam memang menawarkan keuntungan yang menggiurkan. Saat ini produksi kepompong ulat sutera alias kokon, masih belum sanggup memenuhi seluruh kebutuhan industri kain sutera nasional. Data Depperin menyebutkan, hingga saat ini, produksi kokon ulat sutera hanya sekitar 250 ton per tahun. Jumlah produksi itu masih jauh di bawah kebutuhan kokon nasional yang mencapai 700 ton per tahun.
Usaha ini sebenarnya sangat gampang dan sederhana. Modalnya pun relatif kecil. Cukup dengan uang Rp 60.000, kita sudah bisa mendapat satu kotak berisi 25.000 telur benih ulat sutera. Tentu juga harus disediakan pula berbagai peralatan dan kebutuhan untuk budidaya ulat sutera. Namun, total modal awal membudidayakan ulat sutera tak lebih dari Rp 2 juta. Dalam waktu 25 hari – 32 hari, kita sudah bisa memanen hingga 20 kg kepompong sutera mentah. Rata-rata, satu kokon akan menghasilkan benang sutera sepanjang 1 kilometer. Masa panennya memang cepat karena siklus hidup ulat sutera sejak larva hingga masa kawin serta bertelur, hanya berlangsung selama sekitar satu bulan. Harga kokon sutera normal berkisar Rp 25.000 hingga Rp 30.000 per kilogram (kg). Jika sudah diolah menjadi benang, bisa naik hingga 10 kali lipat ketimbang harga kokon.
Peternakan ulat sutera sesungguhnya multiguna. Ia bisa berfungsi ekologis- melestarikan alam dan industri ramah lingkungan. Bisa juga bernilai ekonomis dan sekaligus susio-kultural. Kain sutera membuka kegiatan sosial bernilai budaya tinggi dan berdampak langsung pada kesehatan. Serat sutera bersifat higroskopis, menghalangi terpaan sinar ultraviolet, menjaga kekenyalan kulit, dapat di manfaatkan sebagai bahan kosmetik maupun industri pengobatan.

Entomologi Estetika
Berbagai jenis serangga yang mempunyai bentuk dan warna indah dan menarik banyak kita jumpai di alam Indonesia. Keberadaan serangga-serangga ini sangat diminati para pencinta seni, kolektor serta memberikan inspirasi berbagai karya seni, perangko dan sebagainya. Namun kekayaan yang sangat indah ini belum dimanfaatkan secara baik dan efisien. Pemanfaatan serangga indah untuk keperluan perdagangan internasional atau untuk atraksi turis (ekoturisme) perlu mulai digalakkan, antara lain dengan cara menyelenggarakan peternakan serangga, Taman kupu dan sebagainya. Kegiatan ini selain mendukung kegiatan penelitian juga merupakan sarana menarik yang mendatangkan devisa sekaligus menjadi salah satu cara konservasi baik serangga serta habitatnya. Namun yang perlu diperhatiakan adalah penjagaan terhadap kekayaan serangga itu sendiri. Pemahaman mengenai karakter serangga perlu dilakukan agar pemanfaatan dan penjagaannya berjalan dengan lebih optimal.

Entomologi Pengobatan
Selain berparan sebagai vektor penyakit, ternyata sebagian serangga juga memiliki peran yang berkebalikan yaitu sebagai agen pengobatan. Baik dari metabolit yang dihasilkannya (misalnya pemanfaatan undur-undur sebagai obat diabetes) maupun dari segi aktivitas serangga itu sendiri. Salah satu jenis serangga yang saat ini dikembangkan pemanfaatannya adalah lalat.
Larva lalat ( belatung ) memang sejak dulu dipakai untuk membersihkan luka. Ulat ini cuma memakan jaringan yang mati dan mempercepat terjadinya regenerasi. Teknik perawatan seperti ini telahdigunakan terhadap tentara-tenteara yang cedera pada Perang Dunia I. Kini belatung digunakan lagi oleh beberapa dokter. Pakar bedah sering kali menggunakan larva untuk merawat penyakit radang tulang atau osteomyelitis dan kematian sel atau gangrene. Jenis lalat yang sering digunakan untuk perawatan ini, terutama di Eropa, ialah lalat rumah Musca domestica serta jenis Lucilla sericata, Lucilla caecar, Phormia regina dan Wohlfahrtia nuba.
Dalam penelitian lebih lanjut didapatkan bahwa selain berperan sebagai pemakan sel mati, ternyata larva lalat juga dapat menghasikan allantoin, ammonia dan kalsium karbonat. Allantoin merupakan suatu bahan protein yang membantu pertumbuhan sel-sel. Ammonia dan kalsium karbonat dapat membuat luka menjadi alkali. Di dalam keadaan ini kuman-kuman dapat dibunuh di samping meredakan bengkak serta mencegah kematian sel-sel.Dalam perkembangannya, telah diciptakan semacam pembalut luka yang dilapisi dengan cairan kotoran dan sekresi yang telah dimurnikan. Cairan itu diambil dari larva lalat hijau hidup. Terbukti bahwa penggunaan terapi ini lebih mempercepat proses penyembuhan luka.


Entomologi Nutrisi
Bagi kelompok masyarakat tertentu, terutama di Afrika dan beberapa kelompok di Asia, konsumsi larva dan serangga dewasa ternyata memberikan sumbangan zart gizi yang sangat berarti.Tercatat terdapat 1700 spesies serangga yang dimakan di 113 negara. Di Eropa dan Amerika, perburuan serangga untuk dimakan ternyata juga dilakukan, tetapi tujuannya sebagian besar adalah untuk gaya hidup. Banyak orang di negara-negara maju tersebut menyukai gaya hidup di alam bebas atau alam liar termasuk cara mendapatkan makanannya. Bagi mereka, serangga merupakan makanan favorit yang sering diburu. Tentu selain bermanfaat bagi pemenuhan kebutuhan pangan, aktivitas ini juga dapat membantu mengurangi populasi serangga perusak dan mengurangi eksploitassi terhadap daging hewan. Serangga kering dengan berat yang sama dikatakan mengandung protein dua kali lebih banyak dibanding daging mentah hewan, serta kaya dengan lemak tidak jenuh, vitamin dan mineral.
Berbagai jenis serangga di berbagai belahan dunia diolah menjadi bermacam-macam panganan. Di Ethiopia, belalang ditumbuk dan direbus dengan susu, atau dikeringkan dan digiling menjadi tepung. Tepung belalang ini kemudian dicampur dengan minyak sayur dan dipanggang menghasilkan makanan sejenis cake. Di Afrika Barat, rayap digoreng dalam minyak sawit, sedangkan di Malawi dan Zimbabwe rayap dipanaskan sebentar, dikeringkan dan kemudian dijual. Beberapa negara tropis memanfaatkan kumbang air sebagai bahan pangan. Kumbang air raksasa (Lethocerus indicus) atau maeng-da-na sangat dihargai di Thailand karena keunikan rasanya. Panjangnya sekitar 5-6 cm dan ditangkap dengan jaring yang dirancang secara khusus. Setelah dikukus, kemudian direndam dalam saos udang dan digerus menjadi pasta yang disebut mang daar. Di Asia Selatan, pupa dari ulat sutra atau Bombyx mory, dimakan sebagai snack setelah diambil benang-benang sutranya. Sebelum menguraikan benang sutra, kokon dicelupkan ke dalam air mendidih, yang menyebabkan pupa di dalam kokon menjadi masak. Pupa ulat sutra juga dapat digoreng dan dicampur daun jeruk purut, atau dibuat sup dengan brokoli dan rempah-rempah.
Pengolahan serangga sebagai makanan seperti yang diuraikan di atas belumlah setengah dari keseluruhan jenis makanan hasil olahan dari serangga. Di beberapa Negara seperti Thailand misalnya, olahan serangga ini dipasarkan secara komersil menjadi makanan kelas atas sehingga banyak orang yang harus antri demi dapat mencicipi makanan dari serangga ini.

Entomologi Pertanian
Permasalahan antara serangga dan pertanian merupakan masalah klasik yang hingga saat ini masih terus dibicarakan. Sebagian serangga memang dikenaal sebagai penolong dengan membantu proses penyerbukan beberapa tanaman budidaya. Namun sebagian besar lainnya justru menjadi biang kerok hancurnya tanaman petani. Masalah ini masih sering kali terjadi sehingga studi tentang masalah ini belum berhenti.
Pengendalian hama menjadi objek yang sering dikaji karena meskipun telah ditemukan berbagai metode pengendalian, tidak semuanya berhasil dengan sangat optimal pada berbagai kasus. Pada kasus tertentu umumnya memerlukan teknik tertentu pula untuk menanggulanginya. Pengendalian hama yang berkembang saat ini adalah pengendalian hama terpadu yang mengkolaborasikan berbagai teknik demi pencapaian hasil yang optimal. Pengandalian hama terpadu (PHT) dilakukan dengan memadukan dan memanfaatkan semua metode pengendalian hama, termasuk pemanfaatan predator dan parasitoid, varietas tahan hama, teknik bercocok tanam dan yang lain, bahkan bila perlu menggunakan pestisida selektif. Hasil yang optimal dapat diperoleh dengan melakukan analisis yang mendalam terlebih dahulu mengenai teknik apa saja yang harus diterapkan untuk suatu kasus tertentu agar populasi hama dapat ditekan namun tidak berdampak buruk terhadap keseimbangan ekosistem. Pengetahuan akan hal ini sangat diperlukan demi menghasilakan produksi pertanian seperti yang diharapkan, namun tetap tidak merusak lingkungan.

Serangga & Mikrobia

 

Serangga dan mikrobia? Mungkin banyak yang bertanya, “emang apa hubungannya antara serangga dan mikrobia?” Banyak sekali peran mikrobia di alam, seperti halnya serangga, mikrobia juga merupakan organisme cosmopolitan yang bisa hidup dalam berbagai habitat. Mikrobia juga bisa hidup dalam tubuh serangga baik sebagai parasit, patogen, atau bersimbiosis mutualisme dengan serangga.
Bombyx mori (Lepidotera: Bombycidae) merupakan salah satu serangga yang bersimbiosis mutualisme dengan mikrobia. Mikrobia akan membantu larva Bombix mory untuk mencerna makanannya yaitu daun Mulberry dengan enzim selulase yang dihasilkan. penelitian telah membuktikan hal tersebut. terdapat lebih dari 3 jenis mikrobia yang bersimbiosis dengan larva Bombyx mori yang hidup dalam intestinum larva tersebut. Sependek pemahaman saya, salah satu tujuan untuk mempelajari hal tersebut adalah untuk memperoleh isolat bakteri dengan produksi enzim optimal yang dapat ditumbuhkan di laboratorium sehingga enzim selulase yang dihasilkan dapat “dipanen” oleh manusia untuk kepentingan manusia. Enzim selulase ini selain untuk mendegradasi limbah juga berpotensi sebagai enzim untuk menghasilkan gula (karbohidrat sederhana) dari bahan dasar yang mengandung selulosa. Ya..siapa yang tau…mungkin pada masa yang akan datang, manusia tidak bisa lagi menanam tebu.. :(
Bersama dengan postingan singkat ini, kita telah menyediakan link bagi yang ingin memperoleh informasi lebih lanjut tentang mikrobia selulolitik dari Bombyx mori. Sependek pemahaman saya, jurnal ini menyediakan informasi yang cukup lengkap. Bahkan ada informasi mengenai rearing Bombyx mori (tapi tetap perlu penelaahan lebih untuk mengikuti metode dari jurnal ini). Hasil penelitian yang disajikan juga lengkap ^^d. Bisa jadi referensi untuk yang tertarik dengan topik yang sama. Banyak variabel yang dipelajari dalam penelitian ini, antara lain instar larva, pH medium pertumbuhan bakteri, dan enzim yang disekresi. Bahkan enzim yang dipelajari aktivitasnya tidak hanya selulase, namun juga amilase, xilase, dan pectinase O.o . Semoga bisa menginspirasi dan menambah pengetahuan…. ^^d

ANDA PUNYA MASALAH DENGAN SERANGGA?????''JANGAN GALAU..HUBUNGI KAMI,,!!,,JANGAN BIARKAN MEREKA MERUSAK PROPERTY DAN PRIVASI ANDA YANG AKAN MENGAKIBATKAN KERUGIAN YANG SANGAT BESAR DALAM HIDUP ANDA,,,!!!,,HUBUNGI KAMI,,,!!!





Sabtu, 11 Mei 2013

Serangga Paling Berbahaya



Dengan munculnya isu Tomcat yang beredar dari Surabaya hingga sudah sampai ke daerah Bogor dan Tanggerang, banyak yang mengira efek dari serbuan Tomcat menjadi serangga yang berbahaya untuk manusia. Tidak sepenuhnya salah, efek dari Tomcat memang berbahaya untuk manusia, namun sejatinya menurut para ahli banyak serangga lain yang lebih berbahaya dan mematikan daripada Tomcat, berikut daftar serangga-serangga paling berbahaya dan mematikan di dunia.

10. Hemiptera – Kissing Bugs

Memiliki ciri khas memiliki tabung untuk menghisap untuk menghisap darah binatang yang lebih besar, serangga ini bisa menyebabkan penyakit Chagas yang mematikan. Gejala-gejala penyakit Chagas bervariasi selama infeksi. Dalam, gejala tahap awal akut ringan dan biasanya tidak lebih dari pembengkakan lokal di tempat infeksi. Sebagai penyakit berlangsung, lebih dari sebanyak dua puluh tahun, gejala kronis yang serius muncul, seperti penyakit jantung dan kelainan dari usus. Jika tidak diobati, penyakit kronis sering fatal. Perawatan obat saat penyakit ini umumnya tidak memuaskan, dengan obat yang tersedia yang sangat beracun dan sering tidak efektif, terutama dalam tahap kronis dari penyakit.

9. Asian Hornet - Tawon Jepang


Lebah atau tawon memiliki besar tubuh 3 inchi dan hidup berkelompok dengan jumlah 20 sampai 30 ekor per kelompok. Sengatannya dapat mematikan bukan hanya oleh reaksi alergi tetapi juga karena banyaknya banyaknya racun yang dikeluarkan. Sengatan tersebut memiliki konsentrasi yang lebih tinggi bahan kimia penyebab rasa sakit yang disebut Asetilkolin daripada serangga menyengat lainnya. Memiliki sebuah enzim dalam racun yang dapat melarutkan jaringan manusia. Mengandung sedikitnya delapan bahan kimia berbeda dan seperti semua lebah lain, dapat menyengat berkali-kali.

 8. Siafu - Semut Afrika


Bergerak dalam koloni, setiap koloni dapat terhitung dua puluh juta semut yang kuat yang dapat merusak pedesaan Afrika dan melenyapkan segala sesuatu di lalui mereka. Meskipun tidak sulit untuk dihindari, sebanyak 20-50 orang meninggal setiap tahun serta kerugian ribuan dolar dalam kerusakan bahan makanan tahunan.

7. Wasps - Tawon Jaket Kuning

Meskipun tawon tidak selalu mencari manusia untuk disengat (kecuali wilayahnya sedang terancam), sengatan tawon ini sering menyebabkan alergi yang menyebabkan paling banyak kerusakan. Banyak orang masuk ke shock anafilaksis dan mati karena sengatan seekor tawon.

6. Locusts - Belalang


Meskipun tidak membunuh secara langsung, serangan ribuan hingga ratusan ribu belalang ke daerah pertanian dapat menghancurkan tanaman-tanaman dengan sangat cepat. Memiliki efek bagi kesediaan pangan manusia.

5. Fire Ants - Semut Api


Biasanya bersarang di pasir atau tanah, semut api membangun gundukan agak besar dan memakan tanaman dan kadang-kadang jangkrik dan serangga kecil. Sengatan semut api adalah tusukan yang terasa seperti terbakar dengan api dan membengkak menjadi bintil menyakitkan. Sebuah sengatan kecil dapat dengan cepat diobati dan disembuhkan, tetapi ketika kawanan semut, dapat menyebabkan 150 kematian per hari serta jutaan dolar dalam kerusakan tanaman.

4. TseTse Fly - Lalat Tse Tse
 

Pembawa penyakit tidur mematikan, lalat tsetse memakan darah vertebrata. Penyebaran penyakit ini, trypanosomiases pada manusia dengan menggigit korban melalui bagian mulut mereka. Tinggal di Afrika, jumlah korban tewas adalah 250.000-300.000 korban per tahun.

3. Fleas - Kutu


Kutu secara langsung bertanggung jawab untuk penyebaran Wabah Bubonic dari tikus, mereka untuk membawa bakteri Yersinia Pestsis. Jika tergigit, luka akan membengkak dan dapat menyebabkan reaksi alergi. Penyebaran wabah dapat membunuh jutaan manusia, kutu dapat menjadi hama mengerikan.

2. Nyamuk Aedes aegypti
 

Demam berdarah (DB) adalah penyakit demam akut yang disebabkan oleh virus dengue, yang masuk ke peredaran darah manusia melalui gigitan nyamuk dari genus Aedes, misalnya Aedes aegypti atau Aedes albopictus. Terdapat empat jenis virus dengue berbeda, namun berelasi dekat, yang dapat menyebabkan demam berdarah. Virus dengue merupakan virus dari genus Flavivirus, famili Flaviviridae. Penyakit demam berdarah ditemukan di daerah tropis dan subtropis di berbagai belahan dunia, terutama di musim hujan yang lembap.Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan setiap tahunnya terdapat 50-100 juta kasus infeksi virus dengue di seluruh dunia

1. Anopheles Mosquito

Malaria adalah penyakit yang disebabkan oleh parasit bernama Plasmodium. Penyakit ini ditularkan melalui gigitan nyamuk yang terinfeksi parasit tersebut. Di dalam tubuh manusia, parasit Plasmodium akan berkembang biak di organ hati kemudian menginfeksi sel darah merah. Pasien yang terinfeksi oleh malaria akan menunjukan gejala awal menyerupai penyakit influenza, namun bila tidak diobati maka dapat terjadi komplikasi yang berujung pada kematian.
Penyakit ini paling banyak terjadi di daerah tropis dan subtropis di mana parasit Plasmodium dapat berkembang baik begitu pula dengan vektor nyamuk Anopheles. Daerah selatan Sahara di Afrika dan Papua Nugini di Oceania merupakan tempat-tempat dengan angka kejadian malaria tertinggi.
Berdasarkan data di dunia, penyakit malaria membunuh satu anak setiap 30 detik. Sekitar 300-500 juta orang terinfeksi dan sekitar 1 juta orang meninggal karena penyakit ini setiap tahunnya. 90% kematian terjadi di Afrika, terutama pada anak-anak.


ANDA PUNYA MASALAH DENGAN SEMUT????HUBUNGI KAMI,,,,:D,,,,!!!



Sabtu, 04 Mei 2013

LIMA PENYAKIT BERBAHAYA KARENA GIGITAN NYAMUK



Nyamuk membawa penyakit-penyakit berat seperti malaria, demam berdarah, dan demam penyakit kuning. Penyakit-penyakit ini menyebar dengan cepat dari satu orang ke lain orang.

1. Malaria

Malaria adalah suatu infeksi darah yang menyebabkan demam panas tinggi dan kedinginan. Ia disebabkan oleh parasit (disebut plasmodium) yang ditularkan pada manusia oleh sejenis nyamuk tertentu yang menggigit kebanyakan pada malam hari. Jutaan orang mati setiap tahun akibat malaria, dan beberapa juta orang lagi hidup bersama penyakit ini.

Malaria secara khusus berbahaya bagi anak-anak usia di bawah 5 tahun, wanita hamil, dan orang penderita HIV/AIDS. Kehamilan menurunkan kemampuan seorang wanita untuk memerangi penyakit dan infeksi. Jika seorang wanita hamil mengidap malaria, ia juga dapat menderita anemia (kurang darah), dan anemia ini akan memperbesar resiko kematian pada saat atau setelah persalinan. Penyakit malaria pada masa hamil dapat pula menyebabkan keguguran atau kelahiran dini, bayi terlalu kecil, atau kelahiran mati.

Ada beberapa jenis malaria. Orang bisa hidup bertahun-tahun dengan beberapa jenis malaria, dan kebanyakan malaria dapat disembuhkan. Tetapi malaria otak (Plasmodium falciparum) dapat menyebabkan kematian dalam 1 atau 2 hari setelah terinfeksi. Di daerah dimana terdapat malaria otak, penting untuk segera melakukan pengujian dan mencari pengobatan jika Anda curiga terkena malaria.

Biasanya malaria menyebabkan demam setiap 2 atau 3 hari, tapi pada awalnya demam dapat terjadi setiap hari. Siapa pun yang menderita demam yang tak jelas alasannya sebaiknya menjalani pengujian untuk malaria. Hal ini dapat dilakukan di hampir semua pusat-pusat kesehatan. Jika hasil pengujian darah mengatakan positif mengidap malaria, atau jika pengujian tak dapat dilakukan, segera mencari pengobatan.

Tanda-tanda

Malaria menyerang dalam 3 tahap:




Tanda pertama adalah rasa kedinginan dan sering sakit kepala. Penderita menggigil selama 15 menit sampai 1 jam.
Kedinginan diikuti dengan demam tinggi. Penderita menjadi lemah dan kadang-kadang mengigau. Demamnya bisa berlangsung antara beberapa jam sampai beberapa hari.
Akhirnya penderita mulai berkeringat dan demamnya menurun. Setelah demamnya turun, penderita merasa lemah.

Pengobatan

Jika memungkinkan, lakukan pengujian darah. Mulailah pengobatan segera setelah tanda-tanda pertama terlihat. Karena malaria dipindahkan dari orang yang satu ke orang yang lain oleh nyamuk maka dengan mengobati orang yang sakit berarti kita juga melindungi orang lain agar tidak terinfeksi. Setelah Anda diobati maka nyamuk yang menggigit Anda tidak akan menularkan malaria ke orang lain.

Cari tahu obat malaria apa yang dianjurkan oleh petugas kesehatan setempat. Di beberapa tempat, parasit malaria telah berkembang menjadi parasit yang tidak mempan diobati. Ini berarti bahwa obat yang semula ampuh mencegah atau mengobati malaria sudah tidak lagi efektif. Obat-obatan yang dapat menyembuhkan malaria di satu daerah belum tentu dapat menyembuhkan malaria yang ditemukan di tempat lain.

Saat ini ada obat-obatan atau kombinasi obat-obatan baru yang diberikan untuk mengobati malaria di berbagai daerah. Salah satunya adalah artemisinin (sudah digunakan bertahun-tahun di Cina), yang sering diberikan bersama dengan obat antimalaria lainnya atau dengan antibiotik. Di beberapa daerah klorokin (obat yang paling banyak digunakan selama bertahun-tahun) masih ampuh. Satu-satunya cara untuk mengetahui obat apa yang ampuh di daerah Anda adalah dengan menanyakannya pada petugas kesehatan setempat.

Pencegahan

Malaria paling sering muncul pada saat udara panas, di musim hujan karena nyamuk pembawa malaria berkembangbiak di air yang hangat dan tidak mengalir. Tapi di beberapa daerah di dunia, malaria juga ditemukan di musim kering di mana nyamuk mendapat tempat berkembangbiak dalam genangan air di kolam-kolam kecil. 

Seperti halnya pada demam berdarah dan demam penyakit kuning, cara terbaik untuk mencegah malaria adalah dengan menghindari gigitan nyamuk. Tidur di bawah kelambu berinsektisida adalah cara yang baik untuk mencegah dan mengendalikan malaria. 

2. Demam Berdarah 


Demam berdarah disebabkan oleh virus yang disebarkan oleh nyamuk hitam bintik-bintik putih yang dari jauh terlihat seperti garis putih. Kaki-kakinya juga bergaris-garis. Nyamuk ini sering disebut “nyamuk demam penyakit kuning” karena ia dapat pula membawa demam penyakit kuning. Demam berdarah biasanya terjadi pada saat udara panas di musim hujan dan paling sering terjadi di kota-kota, di tempat-tempat air tergenang, dan di tempat yang saluran pembuangan airnya buruk.

Pertama kali seseorang terkena demam berdarah, biasanya ia akan sembuh dengan istirahat dan minum banyak air. Tetapi jika seseorang terkena untuk kedua kalinya, akan lebih berbahaya dan bahkan dapat menyebabkan kematian.

Tanda-tanda

Pada awal penyakit, seseorang akan tiba-tiba mengalami demam tinggi disertai kedinginan, sakit di beberapa bagian tubuh (demam berdarah sering disebut “demam patah tulang), sakit kepala, dan sakit tenggorokan. Penderita merasa sangat sakit dan lemah. Setelah 3 sampai 4 hari penderita biasanya merasa lebih baik selama beberapa jam sampai 2 hari. Kemudian penyakitnya akan kembali selama 1 atau 2 hari, kadang dengan bintik merah yang dimulai dari tangan dan kaki. Bintik merah kemudian menyebar ke lengan, kaki, dan badan (tapi biasanya tidak sampai ke muka).

Bayi, anak-anak, dan orang tua, atau orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah (misalnya penderita HIV/AIDS), beresiko menderita demam berdarah dalam bentuk yang lebih parah yang disebut demam pendarahan. Jika tidak segera diobati, bentuk demam berdarah ini menyebabkan pendarahan dari kulit dan dapat mengarah pada kematian.

Pengobatan

Tidak ada obat untuk mengobati demam berdarah dan tidak ada vaksin untuk mencegahnya. Pada kebanyakan kasus, demam berdarah dapat diobati di rumah dengan banyak istirahat, minum banyak cairan, dan minum tablet ibuprofen atau paracetamol atau acetaminophen (bukan aspirin) untuk mengurangi rasa sakit dan demam.

Pencegahan

Nyamuk penyebar demam berdarah berkembangbiak di genangan air bersih. Tidak seperti nyamuk malaria, nyamuk demam berdarah kebanyakan menggigit di siang hari. Karena itulah kelambu tidak banyak berpengaruh kecuali bagi anak kecil atau orang tua yang biasa tidur pada siang hari. Nyamuk-nyamuk demam berdarah biasanya berdiam di tempat yang terlindung, gelap, seperti di bawah meja atau di bawah tempat tidur, atau di sudut-sudut yang gelap.

Untuk mencegah demam berdarah, cara terbaik adalah menghindari gigitan nyamuk.

3. Demam Chikungunya




Penyakit demam virus jenis ini sembuh dengan sendirinya ditandai dengan arthralgia atau arthritis, terutama di pergelangan tangan, lutut, pergelangan kaki dan persendian lainnya dari kaki dan tangan yang berlangsung beberapa hari hingga berbulan-bulan. Dikenal juga dengan nama lumpuh layu.

Penyebab

Demam chikungunya disebabkan oleh virus chikungunya, termasuk keluarga Togaviridae, genus alphavirus, dan ditularkan nyamuk Aedes Aegypti. Virus ini terus menimbulkan epidemi di wilayah tropis Asia dan Afrika.

Gejala

Gejala demam chikungunya  mirip dengan demam berdarah dengue yaitu demam yang tinggi, menggigil, sakit kepala, mual, muntah, sakit perut, nyeri sendi dan otot serta bintik-bintik merah pada kulit terutama badan dan lengan. Bedanya dengan demam  berdarah dengue, pada chikungunya tidak ada perdarahan hebat, renjatan (schok) maupun kematian. Masa inkubasi dari demam Chikungunya dua sampai empat hari. Manifestasi penyakit berlangsung tiga sampai 10 hari .

Gejala utama terkena penyakit demam chikungunya adalah tiba-tiba tubuh terasa demam diikuti dengan linu di persendian. Bahkan, karena salah satu gejala yang khas adalah timbulnya rasa pegal-pegal, ngilu, juga timbul rasa sakit pada tulang-tulang, ada yang menamainya sebagai demam tulang atau flu tulang. Dalam beberapa kasus didapatkan juga penderita yang terinfeksi tanpa menimbulkan gejala sama sekali atau silent virus chikungunya. 

Pengobatan

Demam Chikungunya  termasuk Self Limiting Disease atau penyakit yang sembuh dengan sendirinya. Tak ada vaksin maupun obat khusus untuk penyakit ini. Pengobatan yang diberikan hanyalah terapi simtomatis atau menghilangkan gejala penyakitnya, seperti obat penghilang rasa sakit atau demam seperti golongan parasetamol. Sebaiknya dihindarkan penggunaan obat sejenis asetosal.

Untuk memperbaiki keadaan umum penderita dianjurkan makan makanan yang bergizi, cukup karbohidrat dan terutama protein serta minum sebanyak mungkin. Perbanyak mengkonsumsi buah-buahan segar atau minum jus buah segar.

Pemberian vitamin peningkat daya tahan tubuh mungkin bermanfaat untuk penanganan penyakit. Selain vitamin, makanan yang mengandung cukup banyak protein dan karbohidrat juga meningkatkan daya tahan tubuh. Daya tahan tubuh yang bagus dan istirahat cukup bisa mempercepat penyembuhan penyakit. Minum banyak juga disarankan untuk mengatasi kebutuhan cairan yang meningkat saat terjadi demam. 

Pencegahan

Tidak ada cara lain untuk mencegah demam chikungunya kecuali mencegah gigitan nyamuk serta memberantas tempat berkembangbiaknya nyamuk dengan cara Tiga M (Menutup, Menguras dan Mengubur barang bekas yang bisa menampung air) atau menaburkan bubuk abate pada penampungan air sebagaimana mencegah demam berdarah.

4. Demam Penyakit Kuning




Demam penyakit kuning dibawa oleh nyamuk-nyamuk di Afrika dan sebagian Amerika Selatan. Ada dua macam demam penyakit kuning dan mereka menyebar dengan cara yang berbeda:

Demam penyakit kuning hutan menyebar dari nyamuk yang terinfeksi ke monyet, dan kembali lagi dari monyet ke nyamuk. Manusia terinfeksi saat mereka digigit oleh nyamuk yang telah terinfeksi oleh monyet. Demam penyakit kuning hutan jarang terjadi dan kebanyakan diderita oleh mereka yang bekerja di hutan-hutan tropis.
Demam penyakit kuning perkotaan adalah penyebab dari kebanyakan wabah dan epidemi demam penyakit kuning. Seperti malaria dan demam berdarah, demam penyakit kuning perkotaan menyebar melalui gigitan nyamuk dan hisapan darah dari orang yang sudah terinfeksi dan kemudian infeksinya dipindahkan ke orang lain yang digigit nyamuk tadi.

Demam penyakit kuning perkotaan disebarkan oleh nyamuk hitam yang sama dengan yang menyebarkan demam berdarah. Nyamuknya mempunyai bintik-bintik putih di sepanjang punggung dan kaki-kakinya. Nyamuk ini hidup dan berkembangbiak dalam genangan air di kota-kota dan desa-desa.

Tanda-tanda

Demam penyakit kuning menyebabkan demam panas dingin, nyeri otot (terutama sakit punggung), sakit kepala, kehilangan nafsu makan, mual dan muntah, demam tinggi dan denyut nadi lemah. Bagi kebanyakan orang, penyakit ini menghilang setelah 3 atau 4 hari.

Tapi untuk sebagian orang, sekitar 1 dari 7 penderita, demamnya kambuh 24 jam setelah tanda pertamanya hilang. Penyakit kuning, nyeri dada, dan muntah dapat diikuti dengan pendarahan dari mulit, hidung, mata, dan perut. Kematian dapat terjadi antara 10 sampai 14 hari, tetapi separuh dari mereka yang sakit demam penyakit kuning ini untuk yang kedua kalinya selamat tanpa ada masalah kesehatan serius.

Pengobatan

Pengobatan terbaik untuk demam penyakit kuning adalah istirahat dan minum banyak cairan. Kebanyakan orang sembuh total setelah beberapa waktu dan badan mereka membentuk antibodi terhadap demam penyakit kuning. Sejumlah kecil orang terkena penyakit ini untuk kedua kali sebelum mereka sembuh betul dari serangan yang pertama. Tapi biasanya mereka juga akan pulih dan sehat kembali.

Pencegahan

Seperti halnya malaria dan demam berdarah, cara terbaik mencegah demam penyakit kuning adalah menghindari gigitan nyamuk.

5. Penyakit Kaki Gajah


Filariasis (penyakit kaki gajah) adalah penyakit menular yang disebabkan cacing yang ditularkan melalui gigitan berbagai jenis nyamuk. Cacing jenis Wuchereria bancrofti yang paling sering ditemukan di negeri tropis seperti Indonesia. Kemudian ada jenis lain bernama Brugia malayi merupakan jenis endemis di daerah pedesaan di India, Asia Tenggara, daerah pantai utara China dan Korea Selatan. Dan yang terakhir jenis Brugia timori yang banyak ditemukan di daerah pedesaan di Kepulauan Timor, Flores, Alor dan Roti di Tenggara Indonesia.

Penyakit kaki gajah bersifat menahun (kronis). Apabila tidak mendapat pengobat sesegera mungkin, bisa menimbulkan cacat menetap berupa pembesaran kaki, lengan, dan alat kelamin baik perempuan maupun laki-laki. Akibatnya penderita tidak dapat bekerja optimal bahkan hidupnya bergantung pada orang lain.

Seseorang dapat tertular atau terinfeksi penyakit kaki gajah apabila orang tersebut digigit nyamuk yang infektif, yaitu nyamuk yang mengandung larva stadium III (L3). Nyamuk tersebut mendapat cacing filarial kecil (mikrofilaria) sewaktu mengisap darah penderita yang mengandung mikrofilaria atau binatang reservoir yang mengandung mikrofilaria.

Siklus penularan penyakit kaki gajah ini melalui dua tahap, yaitu perkembangan dalam tubuh nyamuk (vektor) dan tahap kedua perkembangan dalam tubuh manusia (hospes) dan reservoir.

Apabila pasien menderita filariasis akut akan terlihat gejala klinis berupa demam berulang-ulang selama 3--5 hari. Demam dapat hilang bila istirahat dan muncul lagi setelah bekerja berat. Pembengkakan kelenjar getah bening (tanpa ada luka) di daerah lipatan paha, ketiak (lymphadenitis) yang tampak kemerahan, panas dan sakit.

Radang saluran kelenjar getah bening yang terasa panas dan sakit yang menjalar dari pangkal kaki atau pangkal lengan ke arah ujung (retrograde lymphangitis). Akibat seringnya menderita pembengkakan, kelenjar getah bening dapat pecah dan mengeluarkan nanah serta darah. Terjadi pembesaran tungkai, lengan, buah dada, buah zakar yang terlihat agak kemerahan dan terasa panas (early lymphodema).

Gejala

Sedangkan gejala klinis yang kronis berupa pembesaran yang menetap (elephantiasis) pada tungkai, lengan, buah dada, buah zakar (elephantiasis skroti).

Pengobatan

Pengobatan filariasis secara massal dilakukan di daerah endemis dengan menggunakan obat diethyl carbamazine citrate (DEC) dikombinasikan dengan Albenzol sekali setahun selama 5--10 tahun. Untuk mencegah reaksi samping seperti demam, diberikan parasetamol. Dosis obat untuk sekali minum adalah DEC 6 mg/kg/berat badan, Albenzol 400 mg (1 tablet).

Pencegahan

Satu-satunya cara pencegahan penyakit kaki gajah ini adalah dengan berusaha menghindarkan diri dari gigitan nyamuk vektor, misalnya, menggunakan kelambu bula akan sewaktu tidur. Menutup ventilasi rumah dengan kasa nyamuk, menggunakan obat nyamuk semprot atau obat nyamuk bakar, mengoles kulit dengan obat antinyamuk.

Atau, memberantas nyamuk dengan membersihkan tanaman air pada rawa-rawa yang merupakan tempat perindukan nyamuk. Menimbun, mengeringkan atau mengalirkan genangan air sebagai tempat perindukan nyamuk. Serta membersihkan semak-semak di sekitar rumah.

TEMPAT USAHA ANDA PUNYA MASALAH DENGAN NYAMUK???LALAT??KECOA??TIKUS???RAYAP???KUTU???DAN YANG YANG BERHUBUNGAN DENGAN MASALAH HAMA???,,,TENANG,,,HUBUNGI KAMI,,,!!...:)






Tahukah Anda,,,Jika Kecoa Mampu Hidup Tanpa Kepala ????

Walau Kecoa adalah salah satu hewan yang sangat kecil dan menjijikan , tetapi hewan yang satu ini ternyata mempunyai sisi yang unik .

Hewan yang satu ini , tidak mengenal arti HeadShot , Headless , tak berkepala . Karena mereka mampu hidup selama seminggu tanpa makanan .

Mengapa demikian ?

Alasan utama yang membuat mereka mampu bertahan selama 1 minggu adalah karena mereka tidak mempunyai jaringan  pembuluh darah seperti manusia atau pembuluh kapiler . Berbeda dengan manusia yang pasti nya akan langsung mati bila kehilangan kepala nya .

Alasan kedua , setelah anda memotong kepala nya , kecoa akan langsung tertutupi oleh sejenis gumpalan yang berfungsi untuk menahan terjadi nya  pendarahan .


Alasan ketiga , Kecoa mempunyai alat pernafasan di seluruh tubuh nya . Sehingga walau tanpa kepala , kecoa masih bisa bernafas , berbeda dengan manusia yang bernafas melewati hidung dan mulut .

Alasan keempat , Kecoa adalah hewan yang berdarah dingin , sehingga ia tidak membutuhkan banyak makanan , mereka mampu bertahan selama satu minggu walau hanya makan sekali .

Dan kecoa akan mati kelaparan , karena kecoa tidak mempunyai kepala untuk makan .

Beberapa Fakta Unik Tentang Kecoa !

Walau menjijikan dan kecil , ternyata kecoa mempunyai sejuta keunikan . Apa sajakah keunikan tersebut ?  Mari kita simak beberapa keunikan yang di miliki oleh se ekor kecoa :


·         Kecoa adalah hewan yang tidak melakukan evolusi setelah 200 juta tahun yang lalu .
·         Kecoa hidup di dalam radiasi nuklir 10 x yang di butuh untuk membunuh sebuah komunitas manusia .
·         Kecepatan Kecoa dapat mendekati 2 mil / hours
·         Kecoa mampu hidup tanpa membutuhkan kepala , karena kecoa tidak hanya bernafas melewati hidung dan mulut .
·         Ternyata Kecoa menyubang emisi 20% metana. Karena hal tersebut kecoa termasuk sebagai kontribusi besar global warming .
·         Kecoa dapat terbang , tetapi kemampuan itu jarang di pakai karena apabila mereka terbang , tubuh mereka akan panas .
·         Kecoa dapat mati telentang , di karenakan mengalami kekejangan otot dan kekurangan kordinasi otot .
·         Cangkang telur kecoa sangat keras , sehingga itu melindungi mereka dari serangan .
·         Tubuh kecoa mempunyai pelindung yang cukup kuat untuk menahan serangan , kecoa tidak akan mati hanya dengan sekali serang . Mereka hanya akan berpura –pura mati dan akhirnya melarikan diri , mereka juga dapat hidup dalam keadaan yang cukup menyedihkan akibat serangan tersebut . Pelindung yang ada di tubuh kecoa bagaikan pasukan berkuda yang mengenakan baju baja .
·         Fakta yang terbaru , ternyata kecoa di jadikan robot untuk menyusup .
·         Kecoa kentut setiap 15 menit sekali  .
·         Kecoa gemar makan apa saja , yang paling di gemari adalah kotoran .

Mungkin itu saja beberapa fakta unik tentang kecoa , bayangkan saja se andainya kecoa sama besar nya sama manusia . 
ANDA PUNYA MASALAH DENGAN SERANGGA...???,,SERAHKAN PADA KAMI....:)
HUBUNGI :